5. Komponen Beasiswa yang akan didapatkan yakni Living Allowance mencakup biaya hidup, transportasi keberangkatan dan kepulangan domisili asal ke perguruan tinggi tujuan.
Kemudian biaya pendidikan mencakup persiapan studi, pendaftaran, SPP, dan non SPP seperti buku, tesis, seminar, publikasi, dan jurnal internasional.
Juga biaya pendukung mencakup visa termasuk paspor, settlement allowance, tunjangan keluarga untuk doktoral, asuransi kesehatan dasar, dan lain-lain.
6. Ada beberapa keharusan untuk peminat beasiswa santri melampirkan beberapa surat persyaratan. Pertama, surat keterangan santri mukim atau aktif dalam pengembangan pesantren minimal 3 tahun dan surat rekomendasi dari pimpinan pondok pesantren
Kemudian, surat kesediaan mengabdi di pondok pesantren setelah menyelesaikan studi, yakni selama minimal 2n+1 atau dua dikali tahun masa studi, ditambah 1 tahun.
Selain itu, surat rekomendasi dari Kementerian Agama minimal tingkat kabupaten atau kota, serta dokumen kelengkapan lainnya.
7. Persyaratan IPK minimal dari pendidikan sebelumnya yakni
Magister (S2): Ada LoA 2,75, Tanpa LoA 3
Doktoral (S3): Ada LoA 3, Tanpa LoA 3,25
8. Usia maksimal pada saat pendaftaran untuk program Magister yakni maksimal 42 tahun, sedangkan program Doktor maksimal 47 tahun.
9. Syarat kemampuan bahasa berbahasa Inggris:
Magister di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri
TOEFL ITP: 400/500
IELTS: 4,5/6
TOEFL IBT: 33/61
TOEIC: 400/630
Doktoral di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri
TOEFL ITP: 450/500
IELTS: 5/6
TOEFL IBT: 45/61
TOEIC: 500/630
10. Periode pendaftaran beasiswa mulai tanggal 15 November sampai 31 Desember 2018 dilakukan secara online melalu
Terdapat tiga jenis seleksi bagi para pendaftar, yaitu seleksi dokumen, seleksi berbasis komputer (TPA), serta seleksi substansi (wawancara dan Ieaderless group discussion).
(Feb)
(Rani Hardjanti)