“Selain soft skill, penanaman jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) dan penguasaan teknologi digital kepada para peserta pelatihan juga menjadi bagian penting dalam upaya mencetak tenaga kerja yang siap berkompetensi,” kata Direktur Bina Kelembagaan Pelatihan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Dudung Heryadi saat acara Kuliah Umum Generasi Z dan Revolusi Industri 4.0 di Bojonegoro, Jawa Timur.
Dudung menjelaskan, beberapa langkah yang dilakukan seperti link and match untuk me mastikan kompetensi tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dengan industri yang berbasis teknologi digital. Tuntutan ini juga me nun tun pada perubahan konsep pendidikan dan pelatihan kerja .
Dia melanjutkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil saat ini dan masa depan, pemerintah mengambil kebijakan masifikasi pelatihan kerja dan sertifikasi profesi. Strategi ini dibingkai dalam kebijakan Triple Skilling, yaitu skilling, up-skilling, dan re-skilling. Tenaga kerja yang belum punya keterampil an dapat mengikuti program skilling agar punya keahlian di bidang tertentu.
Baca Juga: 10 Bidang Komunitas Paling Diminati, dari Pendidikan hingga Automotif