Generasi Milenial Makin Tertarik dengan Kuliah Online, Ini Buktinya

Koran SINDO, Jurnalis
Jum'at 19 Oktober 2018 10:33 WIB
Milenial (Ilustrasi: Shutterstock)
Share :

”Kita harap pada 2020 nanti APK pendidikan tinggi kita bisa 40 % atau setara dengan rata-rata APK di Asia,” ungkapnya.

Wakil Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) M Afifi mengatakan, dengan bimbingan dari UT yang sudah menjalankan pendidikan jarak jauh (PJJ) sejak 34 tahun lalu, pihaknya berharap 32 PTNU pada semester ganjil 2019 ada yang bisa membuka kuliah online.

Total ada 257 kampus NU yang saat ini beroperasi dengan jumlah mahasiswa sekitar 500.000 orang. Dia berharap pada 2019 nanti dari 32 kampus tersebut akan ada 100.000 mahasiswa yang bisa menikmati kuliah online.

Baca Juga: Revolusi 4.0, Mahasiswa Dituntut Pahami Literasi Baru

Afifi menerangkan, sebagai tahap awal kuliah online yang diharapkan bisa berjalan tahun depan itu bukan di semua program studi (prodi). Namun kuliah online diterapkan di mata kuliah dasar umum dulu seperti Pancasila.

”Kami juga punya mata kuliah wajib NU Aswaja (yang bisa kuliah online). Jadi memang tak di semua prodi. Nanti jika sudah bagus bisa diperbesar ke seluruh prodi,” katanya.

Sementara itu generasi digital native memang tidak suka dengan pola kuliah yang teratur. Mereka lebih cocok dengan sistem kuliah yang fleksibel atau pola belajar mandiri dengan sistem online di mana kualitas belajarnya pun dinilai lebih baik. Generasi milenial ini kemampuan belajarnya lebih cepat karena mereka bisa men jangkau informasi dari ujung jari mereka saja melalui perang kat teknologi yang dipegangnya.

Pengamat dan praktisi pendidikan dari Eduspec Indra Charismiadji menjelaskan, semakin mudah dijangkaunya kuliah dengan kemajuan teknologi informasi dan komuni kasi yang juga semakin menarik minat generasi milenial tidak boleh disia-siakan begitu saja.

Kementerian Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), lanjut dia, harus memanfaatkan momentum ini untuk memperbanyak jurusan untuk pekerjaan-pekerjaan masa depan.

Menurut Indra, pola pembelajaran jarak jauh yang ada di UT ini harus bisa menghasilkan sumber daya manusia yang dibutuhkan pasar. Jika dunia saat ini fokus di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika, jurusan yang bisa dikembangkan melalui kuliah online ini bisa juga ditambah dengan arah pengembangan ekonomi Indonesia.

(Neneng Zubaidah)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya