JAKARTA – MNC Asset Management mengajak para mahasiswa untuk mulai berinvestasi. Sebab berinvestasi jauh lebih menjanjikan dibandingkan harus menabung.
Direktur MNC Asset Management Febriyani Sjofjan Yahya mengatakan, untuk saat ini, masih banyak generasi milenial yang lebih memilih untuk menabung daripada berinvestasi. Padahal menurutnya, menabung sama saja seperti menggantikan uang yang ada di bawah kasur.
“Anak-anak milenial lebih suka nabung di bank, kemudian dapet atmnya terus disimpan. Sedangkan investasi itu mengotimalkam keuangan kita untuk dimasa depan, kalau menabung itu hanya menyimpan uang saja,” ujarnya dalam acara menyambut acara HUT MNC ke-29 di Universitas Al Azhar Indonesia, Kamis (18/10/2018).
Baca Juga: 8 Perbedaan Kulihan Zaman Now dengan Generasi 1964 dan 1980
Dirinya mencotohkan, jika menabung di bank, keuntungan yang didapat paling tinggi hanya sekitar 2%. Sedangkan jika berinvestasi di pasar modal, ataupun reksa dana, keungtungan bisa jauh lebih tinggi dari angka tersebut.
“Di bank selain untuk menyimpan uang, tentu bisa transfer uang juga. Apabila anda menabung di bank, bunga yang paling tinggi didapatkan biasanya cuma rata-rata 2%. Tetapi kalau anda berpikir begitu jangan nabung di bank, bisa saja di pasar modal, saham dan lainnya,”katanya.
Apalagi menurut Febriyani, investasi juga saat ini sudah banyak macamnya, dari mulai investasi untuk obligasi, reksa dana hingga pasar modal. Bahkan menurut Febriyani untuk menabung saham,generasi milenial cukup mengeluarkan uang Rp10.000 saja.
“Mulai dari Rp10.000 bisa digunakan untuk menabung saham, reksadana, obligasi. Caranya juga mudah yang pertama ubah mindset dan kebiasaan, kedua disiplin dan harus konsisten, ketiga menabung dan tingkatkan investasi,”ucapnya.
Ditambah lagi, di era digital ini segala sesuatunya sudah jauh lebih mudah dibandingkan sebelumnya. Berbagai macam instrument investasi kini mulai tersedia lewat aplikasi dan juga internet. Tentunya ini sangat memudahkan para milenial yang memang selalu dimanjakan dengan kecanggihan teknologi sehingga semua ingin selalu mudah dan cepat.
Baca Juga: Apa Arti Magang dan Manfaatnya bagi Mahasiswa?
“Rata-rata kita sering bilang lebih baik kelupaan bawa dompet daripada gadget, karena semuanya mudah di lakukan di gadget kita ini. Kalau lupa bayar bisa saja transfer, minjem cash temen, bayar ojek online pake gopay. Banyak hal mengenai keuangan di gadget jadi lebih mudah gak perlu repot. Milenial mau menabung tidak ribet, tidak pusing, tidak beban dan segalanya maunya mudah,” jelasnya
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Wilayah Jakarta Marko Putra berfikiran hal yang sama. Dirinya mengajak para mahasiswa Universitas Al Azhar untuk mulai belajar berinvestasi di pasar modal.
Sebab menurutnya, saat ini masih sedikit sekali masyarakat Indonesia yang berinvestasi di pasar modal. Padahal orang-orang dari luar negeri mulai menaruh uanmgnya di pasar modal.
“Belum sampe 1% penduduk Indonesia belum masuk dalam pasar. Ketika orang luar berbondong berinvestasi ke Indonesia, orang-orang Indonesia malah berinvestasi di Swiss. (Jadi) ayo bantu Indonesia dengan menabung saham,”ujarnya
Menurut Marko sekarang ini peluang yang bagus untuk menabung saham, karena harga saham sedang murah-murahnya. Para mahasiswa juga tidak perlu takut tidak memiliki uang berlebih untuk mulai berinvestasi, sebab, untuk menabung saham kini sudah mulai bisa dengan uang Rp500 saja.
“Untuk mahasiswa yang sering ngekost tentu suka belanja cemilan, jangan senang beli cemilan saja tapi beli juga sahamnya. Bagaimana cara untuk membeli saham? cari barangnya yang suka dan banyak di beli orang, misalkan saham Indofood ada Indomie yang semua orang tahu,” kata Marko
“Mengapa harus saham, saham itu sedang kekinian dan aman, sangat rekomen karena jangka panjang, kemudian selalu tumbuh, harganya pun terjaga dan pajaknya juga final, saham juga warisan masa depan. saham bisa diwariskan kepada cucu, istri dan lainnya. Express jadi pemilik, dengan menyetorkan dana, anda bisa punya perusahaan,” imbuhnya.
(Feb)
(Rani Hardjanti)