Intan menjelaskan, ada lulusan perguruan tinggi yang tidak sampai tiga bulan sudah bekerja, namun ada pula yang akreditasi bagus tetapi lulusannya susah mencari kerja.
"Perguruan tinggi jangan memberikan ilusi kepada calon mahasiswa," kata dia.
Dia juga menambahkan ada riset yang dilakukan di Eropa yang diikuti 25 negara dan 8.000 kampus. Dari hasil riset itu diketahui hanya kurang dari 50 persen yang siap bekerja.
Dunia kerja membutuhkan kombinasi dari keahlian yang berbeda dari sebelumnya. Tidak hanya membutuhkan calon pekerja yang cerdas namun juga memiliki keahlian lain, seperti kepemimpinan dan juga kemampuan menulis.
"Kampus perlu duduk bersama dengan dunia industri membicarakan hal ini," katanya.