Menilik masalah tersebut, Dr. Awik Puji Dyah N. S.Si., M.Si., menginisiasi penelitian untuk mengolah limbah ikan menjadi pakan yang berprotein tinggi di Laboratorium Zoologi dan Rekayasa Hewan, Departemen Biologi Institut Sepuluh Nopember (ITS). Selain mengurangi pencemaran lingkungan, produk ini juga bermanfaat dalam meningkatkat produksi ternak ikan.
Tidak hanya memanfaatkan limbah ikan, penelitian ini juga menggunakan keong sawah, dedak, tepung tapioka, vitamin konsentrat, daun pepaya, dan ragi tempe dalam produksi pakan ikan yang kemudian dinamakan Z-Fosh. Bahan-bahan ini kemudian dilumatkan dan dicampur menjadi adonan, lalu dicetak dalam bentuk pelet.
“Limbah ikan harus direbus dan dipisahkan lemaknya, setelah itu dikeringkan di oven. Sementara keong sawah harus dicuci dulu, kemudian dikukus dan dipisahkan dari cangkangnya. Ini tujuannya mengurangi zat beracun dan patogen, serta mengontrol kandungan senyawa aflatoksin agar tidak lebih dari 50 ppm,” papar Bayu.
Baca juga:
(Industrial Business Plan 2017, Siapkan Wirausaha Berbasis Teknologi)