Hebat! Keterbatasan Fisik Tak Halangi Ariek Lulus Kuliah Tepat Waktu

Siska Permata Sari, Jurnalis
Minggu 30 Juli 2017 08:18 WIB
Foto: Dok IPB
Share :

JAKARTA - Menempuh pendidikan hingga ke perguruan tinggi merupakan hak setiap orang. Tak terkecuali bagi Muhammad Ariek Dimas Santoso, seorang mahasiswa berkursi roda di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Ya, lelaki yang akrab disapa Ariek ini merupakan mahasiswa jurusan biologi dengan Muscular Dystrophy (MD). Sebuah penyakit yang menyerang otot dan menyebabkan penderita kesulitan dalam berjalan atau pun duduk.

Namun, dengan kekurangannya itu, Ariek tak ragu untuk menempuh pendidikan tinggi hingga ke perguruan tinggi.

"Ketika saya berada di SMA, saya sangat khawatir membayangkan, apakah saya bisa melanjutkan studi ke tingkat universitas," kata Ariek seperti dilansir di laman IPB, Minggu (30/7/2017).

Awalnya, Ariek tidak menyangka bila dirinya bisa menempuh pendidikan hingga ke perguruan tinggi melalui jalur undangan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

"Agak sulit memahami kondisi seperti saya untuk diterima di salah satu universitas terkemuka di Indonesia. Tapi, saya sangat berterima kasih kepada Tuhan karena IPB menerima saya dan kondisi saya," ungkap mahasiswa asal Jakarta tersebut.

Pasca diterimanya Ariek di IPB, dirinya bimbang kembali. Pasalnya, sejak kecil aktivitas Ariek selalu dibantu oleh orang tuanya. Mulai dari bangun tidur, hingga aktivitas lainnya. Artinya, diterima di IPB membuat Ariek mau tak mau menjalani masa sebagai mahasiswa rantau.

"Saya mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas rutin di universitas karena jauh dari ayah saya. Tapi saya berdoa kepada Tuhan dan Tuhan menjawab doa saya," kisah Ariek.

"Tidak lama setelah memulai kuliah, ayah saya tiba-tiba dipindahkan oleh perusahaannya untuk bekerja di Sentul, dekat Bogor," tambahnya.

Ia juga mengisahkan tentang tantangan yang ia hadapi selama masa kuliah di tengah keterbatasan fisiknya. Terutama kesulitan Ariek di meja laboratorium. Pasalnya, tangan Ariek tidak cukup kuat untuk menggunakan peralatan-peralatan di meja laboraturium. Namun, untungnya pihak kampus memberinya bantuan berupa meja khusus dan kursi roda khusus untuk Ariek.

Usai melalui berbagai rintangan dan kenangan dalam menempuh pendidikan tinggi, akhirnya tuntaslah Ariek mengenyam pendidikannya di IPB. Kini, Ariek telah lulus dari universitas di Bogor tersebut secara tepat waktu.

"Sejak awal saya telah menargetkan untuk menyelesaikan studi tepat waktu agar tidak membebani orang tua. Syukurlah saya bisa menyelesaikan studi sesuai jadwal dan target saya," ungkap dia.

Usai lulus dari IPB, Ariek hanya berpesan agar ke depannya, institusi pendidikan di Indonesia harus menyediakan fasilitas bagi siswa cacat agar mereka bisa menempuh pendidikan dengan baik dan nyaman. Bukan hanya pada institusi pendidikan saja yang perlu ramah pada penyandang disabilitas, tetapi juga pelayanan publik.

"Saya harap fasilitas umum yang ada dapat mendukung masyarakat dengan kebutuhan khusus agar bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik tanpa ada kendala," tandas dia.

(Susi Fatimah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya