SIAK - Sebuah sekolah satu atap di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, selama tujuh tahun sejak beroperasi belum memiliki sumber air bersih, sehingga para guru dan siswa terpaksa membawa air dari rumah masing-masing.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak Suprapto, di Siak, Selasa (7/2/2017), mengatakan sekolah "merana" itu adalah SMPN 3, yang digunakan bersama atau berada satu atap (satap) dengan SDN 018. Sekolah itu berlokasi di Lintas Siak Kampung Tengah Maredan, Kecamatan Tualang.
Ia mengakui kondisi sekolah tersebut belum memiliki sumber air untuk kebutuhan kamar mandi, meskipun sudah dibangun fasilitas toilet oleh pemerintah daerah.
"Siswa dan guru membawa air itu ketika sedang musim kemarau, jika musim hujan ada bak tadah hujan yang terisi. Dikarenakan saat ini murid di Satap mulai berkembang maka tidak lagi mencukupi kebutuhan," kata Suprapto.
Sekolah ini dikenal dengan nama SMP-SD Satap, berlokasi di atas perbukitan dan jauh dari pemukiman warga. Berdasarkan penelusuran Antara, kedua sekolah sudah berdiri selama tujuh tahun.