Dorong Inovasi, Prodi Sains & Teknologi Akan Diperbanyak

, Jurnalis
Kamis 02 Februari 2017 17:44 WIB
Mohamad Nasir (Foto: Antara)
Share :

JAKARTA - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan keberadaan program studi sains dan teknologi akan menghasilkan inovasi.

"Kami akan mendorong program studi berbasis sains dan teknologi agar diperbanyak. Tujuannya untuk mendorong inovasi Indonesia semakin meningkat," ujar Nasir usai membuka pelaksanaan Forum Rektor Indonesia (FRI) di Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Dia mengatakan, pihaknya mulai 2017 telah melakukan moratorium pengajuan program studi sosial. Alasannya karena prodi tersebut sudah terlalu banyak.

Ia mengatakan pihaknya mendorong agar meningkatnya inovasi di Tanah Air. Jika inovasi sudah meningkat, maka akan menciptakan lapangan pekerjaan.

"Contohnya garam farmasi yang sudah menjadi industri, maka akan menciptakan lapangan pekerjaan. Rencananya akan dibangun industri garam farmasi dengan kapasitas 4.000 ton. Nantinya industri garam farmasi ini akan mencukupi kebutuhan garam farmasi dunia," tambah dia.

Dia mengatakan, Kemristekdikti mendorong pada empat bidang yakni kemaritiman, energi, pariwisata, dan pertanian. "Keempat bidang ini penting, untuk lapangan pekerjaan," ujar dia.

Untuk mendukung target tersebut, pihaknya juga menggandeng para dosen dari industri dan pariwisata ekonomi kreatif dikembangkan. Ke depan, persentase dosen dari industri sebesar 50 persen.

"Ada yang baru, kami akan menerapkan data sharing jadi nantinya perguruan tinggi besar akan mendukung perguruan tinggi kecil. Ini akan mulai di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar," cetus dia.

(Susi Fatimah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya