PANDEGLANG - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) siap membantu program "Gerakan Pendeglang Membaca Untuk Indonesia", dalam upaya mengurangi jumlah buta aksara yang saat ini masih tinggi.
"Kita akan membantu Gerakan Pandeglang Membaca Untuk Indonesia, dan tahun depan dialokasikan anggaran Rp2 miliar untuk mengembangkan program ini," kata Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesejahteraan Kemdikbud Erman Syamsudin usai menghadiri peluncuran Gerakan Pandeglang Membaca Untuk Indonesia di Kecamatan Cibaliung, Pandeglang, baru-baru ini.
Kemdikbud, kata dia, memberikan perhatian pada Kabupaten Pandeglang, dan bersama pemkab melaksanakan Gerakan Pandeglang Membaca Untuk Indonesia yang merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Membaca karena di daerah ini terdapat penggiat literasi dan cukup tinggi angka buta aksaranya.
Ia juga menyatakan dengan pembentukan taman pintar, program Bupati Pandeglang pada setiap desa/kelurahan dapat membantu mengurangi angka buta aksara.
Karena taman pintar dan Taman Baca Masyarakat (TBM), yang juga diprogram dibentuk pada setiap desa/kelurahan di Kabupaten Pandeglang akan mendorong tumbuhnya minat baca dan belajar pada warga setempat.
Menurut dia, ada enam literasi dasar yang menjadi literasi nasional, di antaranya baca-tulis, berhitung, sains, teknologi informasi, keuangan, dan literasi budaya.
"Dari enam tersebut, baru tiga yang sudah berjalan yakni baca-tulis, berhitung, dan teknologi informasi. Nanti sisanya akan kami kembanglan lebih lanjut," ujarnya.
Bupati Pandeglang Irna Narulita meminta setiap desa/kelurahan memiliki minimal satu Taman Baca Masyarakat (TBM).
"Saya harapkan satu desa/kelurahan satu TBM, ini untuk mendukung program Gerakan Indonesia Membaca," katanya.
Pemkab Pandeglang sangat mendukung gerakan membaca nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat, karena itu akan terus mendorong masyarakat untuk membiasakan membaca.
(Susi Fatimah)