Momen SBMPTN 2016, lanjut Ajeng secara tidak langsung memberi keuntungan tersendiri bagi dia dan teman-temannya. Sedangkan alasan mereka berjualan mi seduh, kopi, donat, dan risoles lantaran cukup diminati banyak orang dan sudah ada penyalurnya.
"Kami berjualan tidak hanya hari ini. Diberi waktu satu minggu. Kalau ada futsal dan acara-acara lain juga banyak yang jualan," terangnya.
Berdagang di keramaian, imbuh Resta, cukup menguras tenaga. Mereka pun punya cara tersendiri supaya tidak disangka sebagai pedagang asongan.
"Ini pakai rompi kampus supaya seperti mahasiswa. Semoga SBMPTN 2016 membuat dagangan kami laris dan bisa mencapai target pendapatan," tutupnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)