Mahasiswa Manfaatkan SBMPTN 2016 untuk Berdagang

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis
Selasa 31 Mei 2016 17:22 WIB
Mahasiswa UNJ berdagang di tengah hiruk-pikuk peserta SBMPTN 2016 dan lapor diri SNMPTN 2016. (Foto: Iradhatie W/Okezone)
Share :

JAKARTA - Pemandangan unik terjadi di lokasi ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016, yakni di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Di tengah hiruk pikuk peserta ujian dan orangtua yang mendampingi, tampak beberapa pedagang menjajakan berbagai makanan dan minuman. Alih-alih pedagang keliling atau asongan, ternyata mereka adalah para mahasiswa UNJ sendiri.

"Ini sebenarnya mata kuliah kewirausahaan. Jadi bukan sengaja berjualan," ucap mahasiswi Akuntansi Fakultas Ekonomi UNJ, Nurlaila, Selasa (31/5/2016).

Nurlaila bersama kedua temannya, Ajeng dan Resta saat ini sedang mengikuti mata kuliah kewirausahaan. Pada mata kuliah tersebut, masing-masing kelompok wajib menjual berbagai produk dengan modal yang telah diberikan kampus. Hasil dagangannya harus bisa balik modal atau bahkan mampu mendulang keuntungan.

"Diberi modal kampus sekira Rp3 juta. Tetapi paling tidak harus bisa menghasilkan Rp5 juta. Kelompok kami targetkan dapat Rp10 juta," sebut Ajeng.

Momen SBMPTN 2016, lanjut Ajeng secara tidak langsung memberi keuntungan tersendiri bagi dia dan teman-temannya. Sedangkan alasan mereka berjualan mi seduh, kopi, donat, dan risoles lantaran cukup diminati banyak orang dan sudah ada penyalurnya.

"Kami berjualan tidak hanya hari ini. Diberi waktu satu minggu. Kalau ada futsal dan acara-acara lain juga banyak yang jualan," terangnya.

Berdagang di keramaian, imbuh Resta, cukup menguras tenaga. Mereka pun punya cara tersendiri supaya tidak disangka sebagai pedagang asongan.

"Ini pakai rompi kampus supaya seperti mahasiswa. Semoga SBMPTN 2016 membuat dagangan kami laris dan bisa mencapai target pendapatan," tutupnya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya