Kurikulum 1975
Pada kurikulum ini, setiap satuan pelajaran dirinci mengenai tujuan instruksional umum (TIU), tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. Kurikulum 1975 menekankan pendidikan lebih efektif dan efisien.
Kurikulum 1984
Kurikulum 1984 mengutamakan pendekatan proses, walaupun faktor tujuan tetap menjadi hal yang penting. Siswa ditempatkan sebagai subjek belajar, sehingga melakukan aktivitas, seperti mengamati, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Pembelajaran tersebut sering disebut model cara belajar siswa aktif (CBSA).