JOMBANG - Polres Jombang mengaku belum mengetahui perihal beredarnya tawaran kunci jawaban Ujian Nasional (UN) 2016 beberapa jam sebelum pelaksanaan ujian berlangsung hari ini, Senin (4/4/2016). Namun, kepolisian tetap akan menelusuri pesan berantai yang beredar tidak hanya di kalangan siswa namun juga guru itu.
"Kami akan mendalami informasi ini. Saya minta, adik-adik pelajar tidak percaya dan mengabaikan pesan itu. Atau jika menerima lagi, silakan melapor kepada guru sehingga bisa diteruskan kepada kami," tegas Kapolres Jombang, AKBP Sudjarwoko.
(Baca Juga: SMS Kunci Jawaban UN 2016 Beredar di Jombang)
Sebelumnya, tawaran kunci Jawaban UN beredar beberapa jam sebelum pelaksanaan UN tingkat SMA sederajat di Kabupaten Jombang. Tak hanya kepada para siswa, tawaran melalui short message service (SMS) itu juga diterima oleh para guru.
Sebelumnya, RH, salah seorang peserta UN 2016 mengaku mendapat SMS berisi tawaran kunci jawaban UN 2016. Dalam pesan singkat tersebut, pengirim pesan meminta siswa untuk menyerahkan sejumlah uang agar bisa mendapatkan kunci jawaban UN 2016.
Nominalnya pun cukup besar, yakni Rp1,5 juta untuk seluruh mata pelajaran. Kendati demikian, RH mengaku tak tertarik dengan tawaran itu. Ia mengaku optimis bisa menjawab semua soal ujian nasional 2016.
(Fiddy Anggriawan )