JAKARTA - Mulai pagi ini, lebih dari tiga juta siswa SMA/sederajat akan mengikuti ujian nasional (UN) 2016. Mereka akan mengikuti ujian dengan sistem berbasis kertas maupun sistem ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
Seperti tahun sebelumnya, hasil UN 2016 tidak menjadi syarat kelulusan dan hanya akan menjadi pemetaan pendidikan. Meski demikian, pemerintah tetap menetapkan nilai standar minimal kelulusan UN 2016 yaitu 5,5. Siswa yang meraih nilai di bawah standar bisa mengambil ujian ulang untuk memperbaiki nilai mereka. Sebab, hasil ujian nasional tersebut masih akan dipertimbangkan perguruan tinggi sebagai syarat penerimaan mahasiswa baru.
Menjelang pelaksanaan UN 2016, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan berpesan agar para siswa tidak memforsir diri, mencukupkan istirahat dan mengonsumsi makanan yang bergizi.
"Siswa peserta UN 2016 sebaiknya menghindari kegiatan yang tidak biasa dikerjakan jika tak ingin terjadi sesuatu menjelang masa ujian. Saya berharap situasi di rumah juga bisa tenang. Ajak adik atau kakak yang akan menghadapi ujian nasional 2016 merasa tenang di rumah," ujar Anies, belum lama ini.
Mantan Rektor Universitas Paramadina itu juga mengapresiasi para guru dan pengawas yang bekerja keras dalam mempersiapkan UN 2016 agar bisa berjalan baik. Bagi Anies, mereka adalah sosok pahlawan pendidikan yang jarang tampak.