JOMBANG - Minimnya peralatan komputer tidak menyurutkan sekolah di Kabupaten Jombang untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Meski harus meminjam laptop milik siswa lain, hal itu tak mengurangi semangat para siswa kelas XII di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tambakberas Jombang.
Puluhan siswa MAN Tambakberas Jombang menyerahkan laptop mereka kepada pihak sekolah. Tak satu pun dari mereka yang merasa terpaksa meminjamkan laptop-nya, untuk pelaksanaan UNBK yang akan digelar mulai, Senin 4 April. Para siswa tersebut mengaku, menyadari arti pentingnya pelaksanaan UNBK sehingga mereka pun tak protes saat piranti lunak di laptop-nya dihapus sang guru dan diisi program UNBK.
Masridah, (16) siswi kelas XII MAN Tambakberas Jombang mengaku tak keberatan jika laptopnya dipinjam pihak sekolah demi kelangsungan UNBK tahun ini. Pasalnya, pihak sekolah tidak memiliki cukup banyak komputer untuk menyelenggarakan UNBK.
"Tidak masalah. Karena ini penting bagi kami," ujarnya.
Menurut Masridah, pelaksanaan ujian menggunakan sistem online ini memberikan dampak yang sangat baik bagi siswa. Selain ketepatan waktu, para siswa juga bisa mengerjakan soal ujian yang dianggap mudah terlebih dahulu.
"Kalau ada soal yang belum selesai dikerjakan, ada penandanya. Sehingga kami bisa mengetahuinya," tambahnya.
Sementara MAN Tambakberas Jombang sendiri mengakui jika dalam pelaksanaan UNBK tahun ini, sekolah meminjam laptop dari siswa. Sebab, jumlah komputer yang ada tidak cukup untuk melaksanakan UNBK.
"Setelah kami bermusyawarah dengan para siswa dan orangtua wali murid, kami sepakat untuk menyelenggarakan ujian berbasis komputer dengan meminjam laptop siswa," ujar Wakil Kepala Sekolah MAN Tambakberas Jombang, Muhammad Ilyas.
Ilyas menambahkan, besarnya biaya untuk pengadaan prasarana UNBK menjadi persoalan pihak sekolah. Anggaran mencapai ratusan juta harus dikucurkan sekolah, hanya untuk pengadaan komputer.
"Kalau pengadaan baru, kebutuhan dananya mencapai Rp500 juta. Sekolah tidak mungkin mengeluarkan dana sebesar itu dalam waktu dekat ini," tambah Ilyas.
Dia mengaku, semua persiapan sudah selesai dilakukan. Sehingga, sekolah ini pun siap untuk mengikuti jalannya UNBK Senin, 4 April mendatang.
"Persiapan kami sudah matang. Kami hanya tinggal menunggu UNBK berlangsung," tandasnya.
Untuk diketahui, jumlah siswa di Jombang yang mengikuti UN baik melalui mekanisme sistem berbasis komputer maupun manual sebanyak 20.141 orang. Terdiri dari 8.477 orang dari 58 lembaga SMK, 5.997 siswa dari 46 lembaga SMA, dan 5.667 siswa dari 77 lembaga MA.
(Rifa Nadia Nurfuadah)