Menurut Masridah, pelaksanaan ujian menggunakan sistem online ini memberikan dampak yang sangat baik bagi siswa. Selain ketepatan waktu, para siswa juga bisa mengerjakan soal ujian yang dianggap mudah terlebih dahulu.
"Kalau ada soal yang belum selesai dikerjakan, ada penandanya. Sehingga kami bisa mengetahuinya," tambahnya.
Sementara MAN Tambakberas Jombang sendiri mengakui jika dalam pelaksanaan UNBK tahun ini, sekolah meminjam laptop dari siswa. Sebab, jumlah komputer yang ada tidak cukup untuk melaksanakan UNBK.
"Setelah kami bermusyawarah dengan para siswa dan orangtua wali murid, kami sepakat untuk menyelenggarakan ujian berbasis komputer dengan meminjam laptop siswa," ujar Wakil Kepala Sekolah MAN Tambakberas Jombang, Muhammad Ilyas.
Ilyas menambahkan, besarnya biaya untuk pengadaan prasarana UNBK menjadi persoalan pihak sekolah. Anggaran mencapai ratusan juta harus dikucurkan sekolah, hanya untuk pengadaan komputer.