BENGKULU - Ketua Panitia Pelaksaan Ujian Nasional (Unas), Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu, Raden Wahyu Dharma Priatna, mengimbau, kepada seluruh siswa/i, SMA/SMK/MA di Bengkulu, yang bakal mengikuti Ujian Nasional (Unas) agar tidak percaya dengan “jimat” atau kunci jawaban palsu, saat Unas nanti.
Sebab, tegas dia, setiap siswa soal Unas yang diberikan berbeda-beda, baik itu soal Lembar Jawaban Komputer (LJK), maupun soal berbasis komputer (UNBK) atau ujian online.
“Kita ingatkan kepada siswa agar tidak percaya dengan kunci jawaban palsu,” kata Wahyu, kepada Okezone, Selasa (15/3/2016).
Wahyu menjelaskan, nilai Unas tidak lagi menjadi patokan dalam menentukan kelulusan setiap siswa. Sehingga, Wahyu berharap, seluruh peserta Unas dapat percaya diri, dengan materi pelajaran yang sudah diterima selama ini di sekolah.
“Siswa harus yakin dengan diri sendiri,” ungkap Wahyu.
Disinggung masalah jaminan keamanan soal Unas, Wahyu menjelaskan, untuk soal LJK maupun UNBK, tentunya akan disegel dan dijaga ketat aparat kepolisian. Mulai dari pendistribusian soal, penyaluran soal ke sekolah-sekolah, serta saat pelaksanaan Unas. Sehingga, Wahyu berkeyakinan, kecurangan atau kemungkinan terburuk lainnya tidak dapat dilakukan.