Supranoto menilai, kecurangan tersebut sebenarnya terjadi bukan pada tataran invidual, namun secara massal, bahkan oleh sekolah. "Kalau curang, bagaimana kita bisa mengukur mutu sekolah tersebut," imbuhnya.
Statistik indeks integritas UN sendiri, kata Suprananto, dapat memperlihatkan sekolah mana saja yang dideteksi terdapat kecurangan. Salah satu indikatornya, pola jawaban yang hampir serupa.
"Karena enggak mungkin itu kebetulan. Masa iya, jawaban dan salahnya semuanya sama? Jawaban sendiri kan ada empat pilihan ganda, enggak mungkin sama semua kalau itu kebetulan," tambahnya. (afr)
(Rifa Nadia Nurfuadah)