"Sepanjang guru di kelas memperbolehkan, ya tidak apa-apa, kan untuk belajar juga. Kadang anak-anak suka browsing di kelas, ya tidak masalah," tuturnya.
Sri menilai, keberadaan ponsel dibutuhkan sebagai alternatif media pembelajaran di sekolah. Meski demikian, dia tidak memungkiri adanya dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan telefon genggam tersebut.
"Fifty-fifty-lah, antara dampak negatif dan posotif sama. Selain ada negatif, tapi kan ada dampak positifnya juga," tambahnya.
Seperti diketahui, belum lama ini Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise melempar wacana pembatasan penggunaan HP di sekolah. Dalam pembahasan aturan tersebut, Kementerian PPPA akan menggandeng Kemdikbud dan Kemenag. Wacana ini muncul menyusul penggunaan HP di sekolah dinilai mengganggu konsentrasi siswa saat jam pelajaran.
"Pembatasan ini akan berlaku di semua jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas," ujar Yohana dalam keterangan tertulisnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)