MALANG - Lima mahasiswa peminatan Sistem Komputer Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, menciptakan alat penyaring udara kotor yang dinamakan Automatic Sedot Asap Polusi (ASAP)
"Terciptanya ASAP tersebut, karena kami tergerak oleh kasus polusi asap di Kalimantan beberapa waktu lalu dan berdampak pada terganggunya berbagai kegiatan, termasuk perekonomian dan transportasi," kata Bagus Prasetyo, salah seorang anggota tim, seperti dilansir Antara, Senin (29/2/2016).
Keempat mahasiswa lainnya adalah Hedy Pamungkas, Rafi Fajar Hidayat, Fungky Pandu Fantara dan Yandra Charlos.
Menurut Bagus, ASAP merupakan instrumen cerdas yang memiliki kemampuan mendeteksi dan menyedot udara kotor dan polusi yang terdeteksi di udara secara otomatis. Ada tiga sensor yang berfungsi mendeteksi asap, karbon monoksida dan suhu udara.
Ada empat tahapan penyaringan, yakni pertama penyaringan dilakukan dengan busa yang kerapatannya cukup renggang, dilanjutkan dengan Pre-Filter, lalu ada PreCarbon-Filter. Dan terakhir disaring dengan karbon kerapatan tinggi yang memiliki fungsi menghilangkan bau.