Nasir menceritakan, ketika para guru SM3T ini ditarik karena telah selesai menjalankan tugasnya, banyak pelajar setempat menangis histeris. Anak-anak ini khawatir dengan masa depan pendidikan mereka.
"Mereka sudah bisa membayangkan masa depan mereka, 'Kalau tidak ada guru-guru SM3T, bagaimana kami bisa sekolah?' Bahkan kalau bisa, kita berikan perhatian khusus," ujarnya.
Mantan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) tersebut berencana untuk membuat program baru yakni sarjana mengabdi. "Tentang sarjana mengabdi, supaya para sarjana bisa melakukan perubahan dengan cepat di daerah-daerah," tambahnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)