"(Saya keliling dengan) becak setiap hari di pagi hari, ketika jam-jam sekolah anak-anak keluar main. Pasti ada kelas yang kosong," kata Ridwan.
"Banyak yang berpendapat minat baca di Indonesia kurang. Tetapi selama saya jalan, pendapat itu terbantahkan, saya berpendapat yang tidak ada itu fasilitas."
"Bayangkan kalau saya bawa becak, anak-anak itu berebutan buku, setengah jam saya di sana, penuh terus becaknya."
Ridwan mengatakan, ide membuat becak muncul setelah dia dan Nirwan Ahmad Arsuka menginisiasi perahu pustaka yang rencananya akan berlayar ke pulau-pulau untuk menyediakan bacaan bagi anak-anak.