Rektor Universitas Negeri Jakarta, Prof Djaali menyatakan, SM 3T efektif untuk mengurangi kekurangan guru akibat distribusi yang tidak seimbang. Di saat yang sama, para guru yang diberangkatkan pun telah menjalani seleksi ketat.
"Tahun ini kami meluluskan 3.140 guru SM 3T. Mereka siap untuk berangkat," ujarnya di Ditjen Dikti, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2015).
Guru SM 3T tidak hanya dituntut untuk bisa mengajar, tetapi juga membantu manajemen sekolah. Mereka, kata Djaali, harus bisa mendorong inovasi pembelajaran di sekolah tempat mengabdi.
Djaali menambahkan, hal terpenting adalah para guru tersebut harus memiliki kecintaan pada pendidikan dan budaya. "Mereka menjadi model kedisiplinan dan integritas. Para guru harus menjadi teladan dan harus bisa membaur dengan masyarakat lokal. Tugasnya tidak ringan," tuturnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)