Pendidikan Rendah Picu Maraknya Pernikahan Dini

Markus Yuwono, Jurnalis
Jum'at 07 Agustus 2015 16:19 WIB
Ilustrasi pernikahan (foto: Shutterstock)
Share :

YOGYAKARTA - Angka ibu usia di bawah umur yang melahirkan di Yogyakarta terus melonjak mencapai sebanyak 1.103 orang, jumlah tertinggi tercatat di Kabupaten Gunungkidul sekira 650 orang. Tingkat pendidikan rendah dianggap sebagai salah satu pemicu maraknya pernikahan dini.

Ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Gunungkidul Elvita Dewi Wahid meminta pemerintah dan pihak terkait bekerjasama untuk mengurangi angka pernikahan dini. Salah satunya dengan mendorong melalui pendidikan tinggi. Sebab, rata-rata pendidikan di Gunungkidul masih sekitar 7,9 tahun.

"Dengan pendidikan cukup tinggi bisa mengurangi angka pernikahan dini, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat," Elvita saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2015).

Ia mengatakan, data yang diperoleh pihaknya terdapat sebanyak 1.103 orang ibu usia di bawah umur yang melahirkan di Yogyakarta. Kabupaten Gunungkidul menjadi yang tertinggi dengan sebanyak 650 orang. Angka ibu muda yang melahirkan disusul Kota Yogyakarta yang mencapai 186 orang, Bantul sebanyak 147 orang, Kulonprogo sekitar 83 orang dan Sleman sekira 37 orang.

"Data yang kami peroleh dari Dinkes dan BPS tahun 2013, angka melahirkan ibu di bawah umur cukup tinggi. Gunungkidul paling tinggi lebih dari separuhnya," katanya.

Dijelaskannya, tingginya angka melahirkan di bawah umur mempengaruhi Sumber Daya Manusia (SDM) Gunungkidul ke depannya. Salah satunya dapat dilihat dari data Bappeda indeks kesehatan manusia di Gunungkidul yang terus menurun.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya