BENGKULU - Isu joki selalu mengemuka dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Panitia penyelenggara pun memiliki trik tersendiri untuk mengantisipasi hal tersebut pada SBMPTN 2015.
Panitia Lokal (Panlok) SBMPTN 2015, Universitas Bengkulu (Unib) Provinsi Bengkulu, misalnya, akan menggunakan handphone jammer. Alat ini dapat mematikan atau mengacaukan sinyal ponsel (GSM/CDMA/3G) saat ujian berlangsung.
"Ini salah satu antisipasi kecurangan peserta SBMPTN, termasuk mereka yang menggunakan joki,'' kata Humas Panitia Lokal (Panlok) SBMPTN, Universitas Bengkulu (Unib) Provinsi Bengkulu, Adityo Pratikno Ramdhan, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/6/2015).
Saat pelaksanaan tes SBMPTN, lanjut Aditya, seluruh peserta dilarang membawa alat komunikasi dan perangkat elektronik, termasuk kalkulator. Peraturan ini dibuat untuk menghindari kemungkinan terburuk yang akan dilakukan peserta SBMPTN.
''Semua bawaan akan dikumpulkan di depan kelas. Saat ujian yang boleh dibawa masuk hanya pensil, penghapus, serta alat tulis lainnya,'' jelas Aditya.
Aditya juga menegaskan, peserta SBMPTN yang terlambat 30 menit tidak diperkenankan masuk ke dalam ruang ujian. Begitu pula peserta yang tidak membawa nomor ujian.
''Kalau terlambat 15 menit, masih boleh masuk ruang ujian. Namun, peserta tersebut tidak mendapat tambahan waktu,'' pungkasnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)