BOGOR - Cendekiawan Suryaatmadja seharusnya masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar (SD). Tetapi, bocah 10 tahun ber-IQ 189 ini sekarang sudah mengejar ijazah SMP.
Diki, demikian dia biasa disapa, memiliki kecerdasan luar biasa di bidang fisika dan matematika. Dia pun langsung meloncat ke bangku sekolah menengah atas (SMA) tanpa harus merasakan bangku sekolah menengah pertama (SMP).
Sang ibu, Hanni, mengetahui bakat Diki sejak anak ketiganya itu masih di taman kanak-kanak (TK). Ketika itu, Diki sudah bisa membaca.
"Dia membaca ensiklopedi fisika dan sering mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis," kata Hanni.
Kecerdasan Diki di bidang fisika dan matematika semakin meningkat seiring masuk SD. Diki juga sering mengajari teman-teman, bahkan anak-anak SMP dan SMA, mempelajari kedua bidang tersebut.
Ketika kelas III SD, Hanni memutuskan untuk membawa Diki ke Singapura selama enam bulan. "Sekembalinya ke Indonesia, saya bertemu dengan seorang profesor yang menawari Diki untuk langsung masuk SMA. Saya setuju, dan sekarang Diki sekolah di SMA Kesatuan Bogor kelas X," papar Hanni.
Kegeniusan Diki terbukti dari nilai tes IQ yang mencapai angka 189 ketika usianya sembilan tahun. Diki juga telah mengikuti banyak lomba tingkat daerah, nasional, dan Internasional.
Dia meraih medali perunggu pada lomba olimpiade matematika internasional di Beijing saat masih kelas III SD. Padahal saat itu lawan-lawannya adalah anak-anak setara SMP.
Sekarang, dikarenakan belum memiliki ijazah SMP, Diki harus mengikuti ujian paket B. Dia pun mengikuti ujian kesetaraan di SD Bondongan 2 Kota Bogor. Hanni menjelaskan, langkah ini diambil juga untuk mempersiapkan Diki menghadapi olimpiade fisika tingkat internasional pada Agustus 2015.
"Kemarin juga dia ambil ujian paket A untuk ijazah SD. Semoga ujian kali ini lancar," tuturnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)