YOGYAKARTA - Pihak Rektorat Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta resmi melaporkan pemilik akun isi-jogja yang menawarkan kampus seharga Rp1 milyar di Olx.co.id
"Bapak rektor sudah memerintahkan untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian pada Senin kemarin," kata Pembantu Rektor II ISI Yogyakarta, Siswadi saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, Selasa (3/3/2015).
Dikatakannya, pemuatan iklan penjualan kampus melalui situs online ini mencemarkan nama baik institusi ISI dan juga negara. Sebab, ISI merupakan lembaga pendidikan milik negara. Pelaporan ini diharapkan memberikan efek jera bagi pelaku. "ISI itu milik pemerintah sehingga tidak hanya ISI yang dicemarkan tetapi juga pemerintah," tegasnya.
Ia mengatakan, terkait tersendatnya pembayaran gaji karyawan kampus ISI, menurutnya disebabkan pihak kampus sedang menunggu SK dari Kementerian Keuangan atas pergantian pejabat keuangan di internal kampus. Sebagai Perguruan Tinggi Negeri, pihaknya harus menaati prosedur, termasuk pembayaran gaji karyawan. "Tidak hanya ISI, kampus negeri yang belum BLU pun akan sama menunggu peraturan. Uang kita ada," jelasnya.
Sebelumnya, Masyarakat di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, dikejutkan dengan munculnya sebuah iklan di toko online yang memunculkan penawaran penjualan gedung kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Dari pengamatan di situs toko online Olx.co.id kampus yang terletak di jalan Parangtritis KM6.5, Bantul itu ditawarkan dengan harga Rp1 miliar oleh pemilik akun isi_Jogja. Dalam keterangannya dijual cepat sebagian atau keseluruhan kampus ISI, disertai foto kampusnya.
Disebutkan juga alasan penjualan butuh dana secepatnya untuk membayar gaji karyawan honorer, karena kehabisan anggaran sehingga tidak bisa membayar gaji semua karyawan honorer walaupun gaji mereka di bawah UMK.
(Muhammad Saifullah )