YOGYAKARTA - Kepala Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Indonesia, Prof Siswandari, menilai Kurikulum 2013 merupakan instrumen hidup. Kurikulum ini bisa memberikan peradapan menjadi lebih baik sesuai perubahan yang bersifat linier.
"Kurikulum sebelumnya (2006) tidak memasukkan sikap untuk dinilai, Kurikulum 2013 ini yang dinilai dari ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap," kata Siswandari, usai MoU kesepakatan antara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY dengan LPPKS Indonesia, di Aula Gedung Muhammadiyah DIY (Kantor PWM DIY), Yogyakarta, Jawa Tengah, Jumat (19/12/2014).
"Sikap itu merupakan mengejewantakan dari mereka (pelajar) saat dibangun karakternya supaya lebih baik," imbuhnya.
Sehingga, kata dia, konsep dalam Kurikulum 2013 ini seharusnya diteruskan karena perubahan mengarah pada perbaikan, bukan sebaliknya. "Bagi saya, konsep yang baik ini harus diteruskan," jelasnya.