“Pemerintah membawa kebijakan dan sumber daya, universitas membawa pengetahuan dan inovasi, masyarakat membawa pengalaman dan kearifan lokal, sedangkan komunitas internasional membuka perspektif yang lebih luas dan peluang kerja sama,” ucapnya.
Rektor Undip Achmad Zulfa Juniarto mengatakan, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan kawasan. Undip menggandeng TUM serta sejumlah perguruan tinggi Indonesia agar pengetahuan akademik dapat diterapkan langsung untuk menjawab persoalan pembangunan di lapangan.
Sementara itu, Guru Besar dalam bidang Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro, Wiwandari Handayani menilai Summer Course menjadi kesempatan untuk menggabungkan perspektif global dengan konteks lokal. SDM unggul dari berbagai negara dan perguruan tinggi diharapkan dapat bekerja bersama masyarakat untuk menghasilkan solusi yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan kawasan.
Selain pengembangan kawasan, peserta juga dijadwalkan mengenal Pulau Penyengat sebagai bagian dari pengalaman belajar mengenai sejarah, perdagangan, dan budaya Melayu yang membentuk karakter kawasan Kepulauan Riau. Kementerian Transmigrasi berharap interaksi tersebut memperkaya perspektif peserta sekaligus membuka peluang kerja sama lanjutan di bidang riset, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui Summer Course 2026, Kementerian Transmigrasi mendorong agar Transformasi Transmigrasi tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga menghasilkan gagasan berbasis pengetahuan, inovasi, lingkungan, dan kebutuhan masyarakat. Rancangan yang dihasilkan di Barelang diharapkan menjadi pijakan bagi kegiatan riset, pendidikan, dan kolaborasi lanjutan untuk mendukung pengembangan kawasan transmigrasi.
(Khafid Mardiyansyah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik