Peserta FGD juga menyoroti pentingnya mengubah pola keterlibatan alumni yang selama ini cenderung bersifat sporadis menjadi kolaborasi jangka panjang. Kontribusi alumni tidak hanya diukur dari kepulangan mereka ke Indonesia, tetapi juga melalui kolaborasi riset, transfer pengetahuan, pendampingan, kewirausahaan, hingga penciptaan lapangan kerja.
Resident Director FES Indonesia, Brigitte Juchems, turut menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga pengelola beasiswa. Menurut dia, penyelarasan program beasiswa dengan kebutuhan pembangunan dan prioritas riset nasional, seperti transisi energi, digitalisasi, dan manajemen bencana, perlu diperkuat.
"Yang saya lihat di sini adalah pentingnya kolaborasi organik antar lembaga pengelola beasiswa, bukan hanya LPDP, sehingga tersedia satu platform bersama yang memuat seluruh institusi beasiswa dan bisa dihubungi siapa pun yang ingin berkolaborasi dengan alumninya," ujar Brigitte.
Sebagai tindak lanjut, forum tersebut mendorong konsolidasi data alumni dari berbagai institusi untuk membangun purwarupa talent pool. Selain itu, mekanisme pencocokan antara talenta dan peluang kontribusi (talent and opportunity matching) diusulkan untuk diuji melalui program yang telah berjalan, seperti mentoring dan bursa kerja alumni.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan alumni untuk berkontribusi secara berkelanjutan, sekaligus mengoptimalkan investasi pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
(Khafid Mardiyansyah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik