Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Data Center AI Disebut Haus Air? Ini Alasannya

Djanti Virantika , Jurnalis-Rabu, 30 September 2026 |12:10 WIB
Kenapa Data Center AI Disebut Haus Air? Ini Alasannya
Air. (Foto: Freepik)
A
A
A

PERKEMBANGAN kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak hanya membutuhkan daya komputasi besar. Tapi, AI juga sumber daya lain yang mungkin tidak banyak disadari, salah satunya air.

Data center yang menjadi "rumah" bagi berbagai layanan AI membutuhkan sistem pendinginan untuk menjaga ribuan hingga jutaan komponen komputer tetap bekerja pada suhu yang aman. Dalam sejumlah fasilitas, air menjadi bagian penting dari proses tersebut. Lantas, mengapa data center AI disebut "haus air"?

AI di WhatsApp Bantu Bisnis Kelola Pesanan hingga Pembayaran, Ini Caranya 

1. Server AI Menghasilkan Panas

Dilansir dari Bloomberg, data center pada dasarnya merupakan fasilitas yang dipenuhi server dan perangkat komputer berkapasitas tinggi. Server-server tersebut membutuhkan listrik untuk menjalankan berbagai proses komputasi.

Sebagian energi listrik yang digunakan pada akhirnya berubah menjadi panas. Semakin berat beban komputasi, semakin besar pula panas yang harus dikelola.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi data center AI. Model AI modern membutuhkan perangkat komputasi dengan kemampuan tinggi, termasuk chip yang dirancang untuk menangani proses komputasi dalam jumlah besar.

Jika panas tidak segera dikendalikan, suhu perangkat dapat meningkat dan mengganggu kinerja maupun keandalan server. Karena itu, data center membutuhkan sistem pendinginan yang bekerja secara terus-menerus.

2. Air Digunakan untuk Pendinginan

Salah satu teknologi yang digunakan di sejumlah data center adalah evaporative cooling atau pendinginan evaporatif. Prinsipnya relatif sederhana. Air digunakan untuk membantu menyerap panas. Ketika air menguap, panas ikut terbawa keluar dari sistem sehingga udara atau perangkat yang didinginkan dapat mencapai temperatur yang lebih rendah.

Dalam sistem seperti ini, sebagian air memang hilang melalui proses penguapan. Karena itu, operator harus memasukkan air baru secara berkala untuk menjaga sistem tetap berfungsi.

Inilah salah satu alasan data center dapat memiliki kebutuhan air yang besar. Namun, tidak semua data center menggunakan teknologi pendinginan yang sama. Kebutuhan air dapat berbeda-beda tergantung desain fasilitas, lokasi, iklim, jenis sistem pendinginan, dan sumber air yang digunakan.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement