Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Bangkai Kapal Virgo Transport 8 yang Tenggelam Belum Juga Diangkat ke Permukaan?

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 29 September 2026 |19:05 WIB
Mengapa Bangkai Kapal Virgo Transport 8 yang Tenggelam Belum Juga Diangkat ke Permukaan?
Kapal Virgo Transport 8. (Foto: Instagram/@virgokaryashipping)
A
A
A

MENGAPA bangkai kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam belum juga diangkat ke permukaan? Mungkin ini jadi pertanyaan yang paling banyak muncul di benak publik saat ini.

Pasalnya, bangkai KMP Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa hingga kini belum juga berhasil diangkat ke permukaan. Padahal, keberadaan kapal di dasar laut menjadi salah satu kendala utama dalam pencarian dan evakuasi korban yang masih belum ditemukan.

Penanganan Kasus KM Virgo Transport 8 Resmi Diambil Alih Mabes Polri

Kapal tersebut mengalami kecelakaan pada 13 September 2026 setelah berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal kemudian terbalik dan tenggelam di perairan sekitar Masalembo, Laut Jawa.

Proses pencarian korban terus dilakukan. Namun, kondisi bangkai kapal yang miring, tidak stabil, serta berada di bawah permukaan laut membuat penyelam tidak dapat dengan mudah menjangkau seluruh bagian kapal.

Lantas, mengapa bangkai Virgo Transport 8 belum juga diangkat? Dilansir dari Reuters, berikut sederet alasan mengapa bangkai kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam belum juga diangkat ke permukaan.

1. Kondisi Kapal Tidak Stabil

Salah satu kendala utama adalah posisi kapal yang tidak stabil. Basarnas menyebut kondisi tersebut membuat penyelam menghadapi risiko ketika mencoba masuk ke sejumlah bagian kapal. Karena itu, penyelaman tidak bisa dilakukan secara sembarangan tanpa mempertimbangkan keselamatan personel.

Virgo Transport 8 merupakan kapal jenis roll-on/roll-off yang memiliki struktur lambung relatif tinggi. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri ketika kapal berada dalam posisi terbalik dan kemudian tenggelam. Penyelam harus memasuki bagian kapal yang gelap, terendam air, dan memiliki struktur yang tidak mudah diprediksi.

Dilansir dari Reuters, penyelam menghadapi berbagai bahaya, termasuk struktur kapal yang tidak stabil, puing tajam, konsentrasi gas, serta bahan bakar yang bocor. Kondisi tersebut membuat akses ke sejumlah kompartemen menjadi sangat berisiko.

2. Arus dan Kondisi Laut Menjadi Tantangan

Lokasi bangkai kapal berada di Laut Jawa dengan kedalaman puluhan meter. Pada tahap awal operasi, arus di sekitar lokasi sempat sangat kuat.

Dilansir dari Reuters, kecepatan arus pernah mendekati 7 knot, jauh di atas batas yang dianggap aman untuk penyelaman. Kondisi tersebut kemudian membaik, tetapi tetap menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam operasi bawah air. Gelombang dan angin juga dapat memengaruhi proses penyelaman maupun operasi salvage.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement