“Kami sangat mengapresiasi keberanian dan kualitas gagasan para mahasiswa. Lolosnya perwakilan dari kampus-kampus di Sumatera, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara membuktikan bahwa talenta muda Indonesia memiliki kapasitas unggul yang merata,” ujarnya.
Bagi Pertamina, lanjutnya, PGTC adalah wadah inkubasi kepemimpinan dan inovasi agar mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor utama dalam menciptakan solusi energi yang berdampak bagi masyarakat.
Hadirnya kampus-kampus unggulan seperti ITB, UI, UGM, IPB, Unpad, Undip, UB, dan Binus yang beradu gagasan bersama Universitas Mataram, Universitas Riau, Universitas Sriwijaya, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Universitas Udayana, Universitas Pasundan, Universitas President, serta PKN STAN menciptakan ruang kolaborasi dan pembelajaran silang (cross-learning) yang inklusif.
Bagi dunia pendidikan, persebaran ini mempertegas pentingnya integrasi antara riset akademis dan kebutuhan industri. Sementara bagi masyarakat Indonesia, inovasi yang ditawarkan para peserta di bidang energi terbarukan dan keberlanjutan berpotensi melahirkan solusi berbasis potensi lokal yang menjawab kebutuhan energi bersih di berbagai daerah.
“Semangat Kita Energi Muda menegaskan kepercayaan Pertamina bahwa generasi muda memiliki energi, kreativitas, dan empati sosial untuk menjawab isu-isu krusial masyarakat. Melalui PGTC, kami ingin menciptakan jejaring talenta yang siap berkontribusi langsung bagi ketahanan dan kemandirian energi nasional,” kata Baron.