PROFIL dan pendidikan Amalia Adininggar Widyasanti menarik diulas. Pasalnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) ini tengah disorot terkait status desil.
Ya, Amalia menjadi perhatian publik seiring munculnya perbincangan mengenai perubahan status desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sebagai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia turut memberikan penjelasan mengenai mekanisme dan pemutakhiran data tersebut.

Isu desil menjadi sorotan karena berkaitan dengan penentuan sasaran sejumlah program pemerintah, termasuk bantuan sosial dan program pendidikan. BPS menjelaskan bahwa desil menunjukkan posisi relatif kesejahteraan keluarga dan bukan secara langsung menunjukkan besaran pendapatan atau kekayaan seseorang.
Di tengah perhatian terhadap isu tersebut, sosok Amalia Adininggar Widyasanti juga ikut menjadi sorotan. Perempuan yang akrab disapa Winny itu merupakan pejabat dengan latar belakang pendidikan teknik dan ekonomi.
Amalia Adininggar Widyasanti lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 5 Maret 1972. Ia memiliki gelar S.T., M.Si., M.Eng., dan Ph.D.
Sebelum memimpin BPS, Amalia memiliki pengalaman panjang di pemerintahan. Ia bergabung dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sejak 1999.
Dalam perjalanan kariernya, Amalia pernah menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain Direktur Perdagangan, Investasi, dan Kerja Sama Ekonomi Internasional, Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik, Staf Ahli Menteri Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan, hingga Deputi Bidang Ekonomi.
Jabatan terakhirnya sebelum menjadi Kepala BPS adalah Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Inovasi Digital. Amalia kemudian dipercaya menjadi Plt. Kepala BPS sejak 17 Juli 2023. Pada 19 Februari 2025, Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala BPS definitif bersama Sonny Harry Budiutomo Harmadi sebagai Wakil Kepala BPS.