BEKASI – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan program pemberdayaan bagi Telaga Batik Bekasi, UMKM batik yang berlokasi di Desa Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Program ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing perajin melalui penguatan produksi, manajemen usaha, pemasaran digital, pengembangan media edukasi, hingga perlindungan hak cipta motif lokal.
Kegiatan bertajuk ‘Peningkatan Kapasitas Perajin Telaga Batik Bekasi melalui Penguatan Pemasaran Digital dan Perlindungan Hak Cipta Motif Lokal Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan’ diketuai oleh Rizka Zakiah, S.Pd., M.Pd., dengan anggota tim Nadya Fadillah Fidhyallah, S.Pd., M.Pd. dan Prima Andriani, S.E., M.S.M. dari Universitas Negeri Jakarta. Pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Jakarta yang berpartisipasi aktif dalam mendukung berbagai tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, mulai dari persiapan, pelaksanaan pendampingan, dokumentasi, hingga evaluasi kegiatan.
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini memperoleh dukungan pendanaan melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026.
Dukungan tersebut memungkinkan program pemberdayaan dilaksanakan tidak sebatas melalui pelatihan, tetapi juga disertai penerapan teknologi, penyediaan sarana pendukung, pengembangan media digital, serta pendampingan secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan mitra.
Berawal dari Survei dan Analisis Kebutuhan Mitra
Program diawali dengan survei awal dan analisis permasalahan mitra pada 11 Desember 2025. Tahap ini dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting Telaga Batik Bekasi sekaligus memetakan persoalan yang dihadapi dalam aspek produksi, manajemen usaha, pemasaran, digitalisasi, media edukasi, dan perlindungan kekayaan intelektual.
Hasil identifikasi tersebut kemudian digunakan sebagai dasar untuk merancang program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan nyata mitra.