JAKARTA - MNC University memberikan dukungan penuh kepada berbagai pihak yang berupaya mewujudkan Sekolah Ramah Anak, pencegahan aksi perundungan (bullying), penguatan mental anak, serta penanganan kasus kekerasan di lingkungan sekolah. Salah satunya adalah dukungan kepada Puspadaya yang melakukan upaya tersebut melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik khususnya dari segi pengetahuan ihwal psikologis anak.
Pusat Layanan Perempuan, Anak, Disabilitas dan Pemberdayaan (Puspadaya) menggelar sosialisasi Sekolah Ramah Anak bagi para Kepala Sekolah Dasar (SD) se-DKI Jakarta di Auditorium Rajawali MNC University, Jakarta Barat, Kamis (23/7/2026).
Direktur PMB, Branding, dan Pemasaran di MNC University Muhammad Rezki Oktavianoor mengatakan, dukungan yang diberikan oleh MNC University ini selaras dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dijalankan.
“Betul, jadi Tridharma Perguruan Tinggi itu ada pendidikan, penelitian, pengabdian. Dan ini adalah kegiatan pengabdian masyarakat,” kata Rezki saat diwawancarai di MNC University, Kamis (23/7/2026).
Ia menilai, penguatan kapasitas tenaga pendidik khususnya dalam psikologi anak dan menekan angka terjadinya kasus bullying di lingkungan sekolah merupakan satu hal yang efektif dan krusial dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak.
“Pertama adalah tentang psikologi anak, karena guru SD ini buat kami adalah superhero. Mereka menguasai semua hal, tapi untuk menguasai psikologi anak itu tentu belum dikuasai oleh semua guru. Oleh karena itu kita menghadirkan psikolog untuk mengajarkan minimal mengenal lebih awal tentang gejala-gejala anak-anak berkebutuhan khusus,” ucapnya.
Menurut Rezki, pemahaman psikologis anak pada tenaga pendidik sangat dibutuhkan guna menghadapi berbagai karakter anak di sekolah termasuk menangani berbagai kasus kekerasan serta bullying yang hari ini marak terjadi. Tidak hanya itu, pemahaman tersebut juga bisa membuat para tenaga pendidik lebih memahami karakter anak dengan berbagai masalah akademik yang dirasakan.
Seperti alasan mengapa seorang anak sering tertinggal secara akademik atau seringkali susah fokus dalam belajar hingga memahami bagaimana cara menyampaikan bahan ajar kepada setiap anak dengan cara yang mereka senangi.
"Kalau guru tidak memahami psikologi anak, maka cara penyampaiannya akan berbeda. Ketika ada anak berkebutuhan khusus diajarkan dengan cara yang sama, maka ada anak yang akan tertinggal secara akademik kemampuannya. Jadi mengenal kebutuhan anak itu sangat penting diberikan kepada guru-guru,” tutur Rezki.
Di sisi lain, upaya dan dukungan MNC University dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak juga bukan pertama kali. Sebelumnya, kampus telah menerjunkan mahasiswa untuk membantu tenaga pengajar di sekolah dasar yang kekurangan guru mata pelajaran spesifik.
Hal itu dilakukan mengingat Sekolah Ramah Anak bukan hanya soal psikologis dan ruang aman namun juga bisa memberikan pelajaran yang disenangi oleh mereka.
"Kami merasa dengan hadirnya MNC University di tengah-tengah guru-guru SD hari ini, kita bisa memberikan dampak nyata. Pertama, kita sudah melakukan kegiatan menghadirkan siswa untuk membantu mengajar di sekolah-sekolah. Karena ada beberapa mata pelajaran ternyata secara kemampuan akademik gurunya belum ada, seperti guru coding,” ucapnya.
Bahkan, MNC University saat ini telah menjalin kerja sama dengan 11 sekolah dasar, khususnya dalam penyediaan bantuan pengajar bahasa Inggris dan coding. Ke depannya, MNC University membuka pintu sinergi lebih luas dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk memetakan kebutuhan tenaga pendidik di sekolah-sekolah lain.
"Nah, di momen hari ini, kami berharap dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta bisa memberitahu kebutuhannya apa saja. Karena saat ini kami masih 11 sekolah yang bekerja sama. Jadi kebutuhannya saat ini ada guru bahasa Inggris dan coding. Mungkin ada sekolah-sekolah lain yang membutuhkan pendidik lain, sehingga kami akan menyesuaikan untuk itu," tutur Rezki.
(Agustina Wulandari )
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik