PCC memberikan tantangan yang harus dihadapi pesertanya, tak terkecuali Advelina. Pasalnya, kompetisi ini mengharuskan peserta untuk mengikuti rangkaian penyisihan, semi final, dan juga final dengan ketelitian dan tingkat konsentrasi yang tinggi.
“Tantangan utamanya adalah bagaimana menjelaskan mekanisme dan interaksi obat serta penyakit pasien yang rumit dalam bahasa medis secara sederhana untuk dapat dimengerti oleh pasien serta memastikan kepatuhan pasien dalam menggunakan obat sesuai instruksi,” kata Advelina.
Meski banyak materi seperti Anatomi dan Fisiologi, Patofisiologi, Farmakologi, serta Farmakoterapi yang harus dipelajari dalam Patient Counseling Competition, tetapi Advelina bersyukur karena mendapatkan dukungan dan dibekali ilmu klinis yang matang dari setiap dosen Farmasi UPH.
Ia pun berharap agar nantinya ada penerus yang bisa melanjutkan prestasi dan terus mengharumkan Prodi Farmasi UPH. “Jangan takut mencoba. Meskipun awalnya sulit, harus terus dilakukan untuk mendapat hasil yang terbaik,” ucapnya.
Prestasi ini menunjukkan bahwa UPH berhasil mendorong mahasiswa untuk aktif dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh guna menciptakan inovasi dan dampak positif bagi masyarakat dalam berbagai bidang.
Dengan pendidikan yang unggul, didukung oleh dosen yang kompeten dan fasilitas lengkap, mahasiswa UPH menjalani proses transformasi yang mempersiapkan mereka untuk meraih prestasi dan siap menjadi pemimpin masa depan yang berdampak nyata.