Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengacara Palsu Memenangkan 26 Kasus Meski Tak Pernah Kuliah Hukum

Salsyabila Sukmaningrum , Jurnalis-Rabu, 18 Oktober 2023 |08:10 WIB
Pengacara Palsu Memenangkan 26 Kasus Meski Tak Pernah Kuliah Hukum
Kisah pengacara palsu menangkan 26 kasus (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Baru-baru ini seorang pria asal Kenya tertangkap karena memalsukan identitasnya. Ia menyamar sebagai pengacara dan mewakili berbagai klien dalam 26 kasus berbeda. Uniknya, semua kasus yang ditanganinya tersebut menang meski tidak punya sertifikasi pengacara.

Pria tersebut bernama Brian Mwenda Njagi. Ia dijuluki sebagai ‘Mike Ross’ di kehidupan nyata, yang mengacu pada karakter serial TV ‘Suits’. Kisahnya mirip cerita Mike Ross, yakni seorang pemuda cerdas yang berhasil bekerja di sebuah firma hukum terkenal dan mewakili klien meskipun tidak pernah masuk ke sekolah pendidikan hukum formal manapun.

Njagi berhasil mewakili kliennya di hadapan Hakim Pengadilan Banding dan Hakim Pengadilan Tinggi dalam 26 kasus berbeda. Ia berhasil menampilkan dirinya sebagai seorang pengacara yang memiliki kualifikasi dan tidak ada satupun hakim yang pernah berbicara di hadapannya curiga bahwa dia sebenarnya bukanlah seorang pengacara.

 BACA JUGA:

Menggunakan Identitas Pengacara Asli

Masyarakat Hukum Kenya (LSK) baru mulai mencurigainya setelah menerima pengaduan dari seorang pengacara asli yang juga bernama Brian Mwenda mengeluh bahwa ia tidak dapat mengakses akunnya.

“Kami menghubungi Advokat Brian Mwenda Ntwiga yang membenarkan bahwa ia belum mengajukan surat keterangan praktik sejak masuk, alasannya karena ia pernah bekerja di Kejaksaan Agung dan tidak memerlukan Surat Keterangan Praktek,” kata LSK dalam siaran pers, dikutip dari odditycentral.com, Rabu (18/10/2023).

Ntwiga menyadari bahwa dia memasukkan detail login yang salah pada bulan September ini ketika mencoba masuk ke akunnya untuk mengaktifkan profilnya. Brian yang asli menghubungi Law Society of Kenya. Setelah penyelidikan internal, disimpulkan bahwa ada orang lain yang telah mengakses dan merusak akun pengacara tersebut.

 BACA JUGA:

Pengacara palsu tersebut akhirnya diketahui bernama serupa, yakni Brian Mwenda Njagi. Perbedaan nama di bagian belakang, Njagi dan Ntwiga ini membuat pengacara palsu tersebut nekat membajak akun pengacara yang asli. Setelah diberikan akses ke sistem, ia melanjutkan untuk mengubah foto profilnya dan mengajukan sertifikat pelatihan praktik hukum.

Setelah mengumpulkan cukup bukti, Tim Aksi Cepat Masyarakat Hukum Cabang Nairobi di Kenya menangkap Brian Mwenda Njagi atas tuduhan menyamar sebagai pengacara. Njagi belum diadili namun kisahnya membuat beberapa orang terkesan dengan rekam jejaknya di pengadilan.

(Marieska Harya Virdhani)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement