Share

Menteri Nadiem Bikin Platform soal Kebudayaan Indonesia, Ini Kata Sineas Nasional

Rifqa Nisyardhana, Okezone · Senin 23 Januari 2023 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 23 65 2751433 menteri-nadiem-bikin-platform-soal-kebudayaan-indonesia-ini-kata-sineas-nasional-klRhJLwCvU.jpg Menteri Nadiem/Foto: Okezone

JAKARTA – Menteri Pendidikan, kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, beberapa waktu lalu meluncurkan kanal Indonesiana, sebagai Merdeka Belajar episode ke-13: Merdeka Berbudaya dengan Kanal Indonesiana.

Kanal Indonesiana yang juga dikenal sebagai platform digital Indonesiana.tv sedari peluncurannya diharapkan mampu menjadi media ekspresi, pustaka, dan promosi Indonesia sekaligus wadah pegiat seni budaya menampilkan karyanya sehingga dikenal luas.

(Baca juga: 6 Kunci Sukses Nadiem Makarim dari Pebisnis hingga Jadi Menteri Mendikbudristek, Bisa Dicoba!)

“Kanal ini bisa menjadi jembatan bagi pelaku budaya yang mungkin belum terlalu dikenal luas dan bagi yang sudah sukses, dapat menjadi wadah karya-karya yang mungkin tidak biasa ditayangkan oleh kanal-kanal lain,” ujar Nadiem dalam keterangannya dikutip, Senin (23/1/2023).

Nadiem memaparkan, Kanal Indonesiana dirancang dengan semangat kolaborasi bahwa para pelaku budaya dapat berpartisipasi sebanyak-banyaknya guna memperkaya kontennya.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbudristek Hilmar Farid menambahkan, Kanal Indonesiana mengurasi karya budaya berbentuk audio-visual dari seluruh Indonesia untuk memperkaya konten. “Misalnya melalui kompetisi film pendek atau film dokumenter,” singkatnya.

Menanggapi hal tersebut, sineas kenamaan Indonesia, Nia Dinata mengungkapkan, kehadiran Kanal Indonesiana dinilai tepat. Pasalnya, sebagai negara-negara maju lainnya juga telah mempunyai layanan seni budaya yang terbuka untuk publik.

Follow Berita Okezone di Google News

Ditambahkan, Nia, perkembangan zaman serba digital serta perubahan bentuk media baru (dalam jaringan) saat ini memang sudah waktunya kehadiran kanal Indonesiana, apalagi memudahkan generasi muda.

“Jadi kalau kanal Indonesiana ini dibuat negara, maka artinya seluruh program, konten, dibiayai oleh negara. Negara sudah seharusnya mempunyai sistem program dan indeks penilaian yang memang mengajak sineas untuk konsentrasi pada budaya dan membangun rasa bangga terhadap warisan nasional,” ujar Nia.

Dengan begitu, Nia melanjutkan, para sineas maupun kreator film di Indonesia akan merasa bebas berekpresi tanpa terbebani biaya produksi, rasa cemas laku atau tidak di pasaran, sehingga akhirnya tercipta karya idealis, potensial, harmonis, serta berkualitas.

“Kanal Indonesiana menjadi tolak ukur pekerja kreatif (seni budaya) supaya tidak takut lagi menciptakan karya idealis, tinggi nilai budaya, dan sejarah tentang Indonesia,” ucap Nia.

Nia menegaskan, Kanal Indonesiana penting untuk terus dipopulerkan agar publik mengetahui tentang Indonesia sambil membangun inspirasi generasi muda pecinta sinema. Menurutnya, Kanal Indonesia dapat menjadi wadah berbobot untuk talenta muda Indonesia sesuai dengan zaman.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini