Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Sedih Mahasiswi UNY yang Kesulitan Bayar UKT hingga Meninggal Dunia karena Hipertensi

Erfan Erlin , Jurnalis-Jum'at, 13 Januari 2023 |16:46 WIB
Kisah Sedih Mahasiswi UNY yang Kesulitan Bayar UKT hingga Meninggal Dunia karena Hipertensi
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)/Dok. UNY
A
A
A

Menurut Ganta, Riska mengalami permasalahan UKT karena harus membayar sebesar Rp 3,14 juta. Saat hendak mendaftar tersebut dia sebenarnya sudah memilih pembayaran UKT sesuai kemampuan pendapatan orangtuanya.

Awalnya ketika mengunggah berkas saat hendak kuliah dulu, dia mengalami kendala. Di rumah dia tidak ada komputer atau laptop sehingga Riska harus meminjam handphone milik tetangganya.

Namun handphone milik tetangganya tersebut bukanlah android yang canggih hingga akhirnya berkas milik Riska tidak terkirim. Dan akhirnya nominal UKT yang muncul sebesar Rp 3,14 juta per semesternya.

"Memang ada levelnya UKT itu. Bukan yang tertinggi juga. Level terendah itu Rp 500 ribu persemester," kata dia.

Meski demikian, dengan semangat yang tinggi Riska berangkat ke Yogyakarta berbekal uang Rp 139 ribu. Untuk biaya hidup Riska bahkan bekerja paruh waktu hingga makan seadanya. Dia juga berjuang untuk mendapatkan keringanan ke pihak kampus.

Semangat Riska untuk berkuliah tetap tinggi meski harus dibantu guru-guru sekolah dan rekan kampusnya dalam membayar UKT sembari terus meminta keringanan UKT. Namun upaya mendapatkan keringanan UKT harus kandas karena birokrasi.

"Bahkan dia kayak dipingpong. Padahal untuk ke kampus Riska harus jalan kaki dari kosnya di daerah Pogung. Riska memang tak memiliki biaya untuk sekedar memanggil ojek online," terang dia.

Riska baru bisa minta keringanan setelah semester dua..Pihak kampus pun akhirnya menyanggupi keringanan UKT. Namun UNY hanya mengurangi Rp 600 ribu dari total UKT yang harus dibayarkan.

Riskapun kembali mengalami kesulitan membayar UKT pada semester ketiga. Riska sudah berjuang agar tetap bisa kuliah baik melalui bekerja paruh waktu ataupun menghemat pengeluarannya.

Bahkan suatu saat temannya memberinya abon, maka abon itupun jadi lauknya makan nasinya selama beberapa hari di kos. Begitu pula untuk keperluan mandi di kos. Riska banyak dibantu teman-teman kos yang bersimpati kepadanya.

"Kabar terakhir, Riska mengajukan cuti. riska samasekali tak masuk kuliah dan tiba-tiba dirawat di rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia," jelasnya.

Peristiwa ini tentu membuka mata berbagai pihak jika UKT ternyata menjadi kendala mahasiswa. Bahkan berdasarkan survei internal komunitas kampus @unybergerak, dari seribuan mahasiswa yang mengisi angket tercatat 97 persen merasa UKT mereka tidak sesuai kemampuan ekonominya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement