Share

Pesan Menag untuk Guru : Jadilah Seniman yang Melukis Pikiran Orang

Carlos Roy Fajarta, · Sabtu 26 November 2022 06:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 26 624 2715147 pesan-menag-untuk-guru-jadilah-seniman-yang-melukis-pikiran-orang-HAtfHjroRC.jpg Menag Yaqut Cholil Qoumas (Foto : Kemenag)

JAKARTA - Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas mendorong para guru untuk semakin gigih dalam berinovasi dan beradaptasi untuk semakin mencerdaskan kehidupan bangsa.

Mengutip Filsafat China, Menag mengatakan bahwa orang sangat mulia adalah mereka yang mempelopori generasinya dan generasi berikutnya. Mereka yang kata-katanya memberi inspirasi bagi orang sekelilingnya.

"KH Hasyim Asy'ari, memandang semua muridnya dengan kasih sayang. Jangan menanyakan murid paham atau belum, tapi terus ajarkan kepada murid sampai dia paham," ujar Yaqut, Jumat (25/11/2022).

"Mohon untuk tidak berpuas hanya menjadi guru. Jadilah seniman yang selalu melukis pikiran-pikiran orang," tambah Yaqut lagi.

Di hadapan para guru, Menag juga mengingatkan salah satu pesan KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah.

"Jadilah guru sekaligus murid. Jadi guru untuk menyampaikan gagasan kepada muridnya. Jadilah murid untuk selalu dapat membuka diri agar dapat mengembangkan keilmuan yang disampaikan kepada muridnya," kata Yaqut.

Atas semua jasa guru, Menag berkomitmen untuk terus memberikan afirmasi. Gus Men juga mengingatkan jajarannya untuk terus memperhatikan perjuangan para guru.

"Menjadi tugas saya, selaku Menteri Agama serta tugas jajaran Kementerian Agama, untuk terus berupaya agar para guru pejuang bangsa, mendapatkan fasilitasi semestinya sehingga dapat terus menjalankan tugas terbaiknya," tuturnya.

Dalam Hari Guru Nasional Tahun 2022 yang bertajuk 'Berinovasi Mendidik Generasi', Yaqut melihat kata inovasi menjadi kunci.

Sebab, para peserta didik adalah anak zamannya yang harus dibekali sesuai tantangan eranya. Sudah semestinya dan memang keharusan bagi setiap guru untuk terus berinovasi dalam mendidik generasi.

"Tantangan kita semakin kompleks dan rumit. Guru harus tampil makin gigih, dedikatif, sekaligus kreatif dan inovatif dalam mendidik dan membentuk akhlak siswa," ungkap Yaqut.

Follow Berita Okezone di Google News

Kemajuan teknologi informasi, kadang menyebabkan guru dan murid saling bekejaran dalam penguasaan literasi. Guru masa kini tidak lagi cukup dengan bekal literasi baca-tulis, numerasi, sains, dan sosial-budaya, tapi disebutkan Yaqut juga harus menguasai literasi digital.

Para guru kata Yaqut dituntut familiar dengan budaya digital. Di dalamnya ada e-learning, e-book, artificial Intelligence, metaverse, metahuman, robotic, coding, dan lain sebagainya. Belum lagi dengan adanya tantangan disrupsi.

"Guru masa depan harus lebih agile dan adaptif dalam merespon perubahan zaman. Guru harus dapat mengubah mindset dan cara bekerja, dari cara-cara manual menjadi digital," pungkas Yaqut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini