Share

Pengertian Manusia Purba dan Sejarah Penemuannya

Zseztar Juvendhitama, Okezone · Senin 21 November 2022 05:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 20 624 2711227 pengertian-manusia-purba-dan-sejarah-penemuannya-d2Jmy7aRqk.jpg Ilustrasi/Softpedia

JAKARTA - Manusia purba (prehistoric people) merupakan jenis manusia yang muncul jauh sebelum ditemukannya tulisan. Manusia purba diyakini sudah berada di bumi sejak sekitar 4 juta tahun lalu.

Tetapi, para ahli sejarah memercayai bahwa jenis manusia pertama sudah ada di muka bumi ini sejak 2 juta tahun lalu.

Sebab lamanya waktu, serpihan manusia purba telah menjadi batu atau berubah menjadi fosil.

Maka dari itu, manusia purba juga sering dibilang sebagai manusia fosil. Manusia purba merupakan jenis manusia yang lahir saat zaman pleistosen yang memiliki ciri-ciri yang terbilang sederhana mau dari bentuk kecerdasan, fisik, maupun tongkat peradabannya.

Tempat Penemuan Manusia Purba

Tempat penemuan manusia purba tepatnya dilakukan dengan seorang dokter asal Belanda, Eugene Dubois.

Penelitian Dubois yang pertama kali di Sumatra Barat tidak mendapatkan hasil. Lalu, Eugene pergi ke Pulau Jawa, pada tahun 1891 Eugene sukses mendeteksi sebuah fosil manusia purba di semacam desa bernama Trinil, berlokasi di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Follow Berita Okezone di Google News

Penemuan fosil manusia purba itu bernama Pithecanthropus Erectus, yang bermakna manusia kera yang telah berjalan dengan tegak.

Setelah Dubois, seorang ilmuwan bernama Weidenrich pada tahun 1936 sukses mendeteksi sebuah fosil tengkorak anak manusia purba di semacam lembah.

Awalnya, ia melaksanakan penelitian di Sumatera Barat, tetapi tak membuahkan hasil, kemudian ia hijrah ke Pulau Jawa.

Di Pulau Jawa, Eugene sukses mendeteksi fosil manusia purba di desa Trinil, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur di tahun 1891.

Fosil manusia purba Eugene bernama Pithecanthropus Erectus, yang bermakna manusia kera yang berjalan tegak.

Selanjutnya, penemuan fosil di tahun 1936 oleh Weidenrich. Weidenrich sukses mendeteksi fosil tengkorak anak di sebuah Lembah.

Penemuan Weidenrich yang kedua ialah sebuah fosil yang bernama Pithecanthropus Robustus yang Weidenrich temui di desa Jetis pinggiran Sungai Brantas, Mojokerto, Jawa Timur.

Sesosok Von Koenigswald juga mendeteksi sebuah fosil manusia purba satu jenis di Mojokerto bernama Pithecanthropus Mojokertensis.

Koenigswald terus melakukan pencarian dari tahun 1936 hingga 1941 dan sukses mendeteksi fosil manusia purba tertua yang tampaknya hidup dari 2 juta tahun lalu.

Fosil manusia tertua itu bernama Meganthropus Palaeojavanicus, yang bermakna manusia raksasa tertua dari pulau Jawa.

Meganthropus Palaeojavanicus dipercaya hidup satu zaman dengan Pithecanthropus Mojokertensis, namun kualitas kehidupannya masih lebih primitif.

Pencarian fosil manusia purba di Indonesia yang terakhir adalah mendeteksi fosil yang bernama Homo Sapiens yang bermakna manusia yang berpikir.

Manusia purba jenis ini diyakini sudah lebih cerdas dibanding Pithecanthropus.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini