Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Alasan Mengapa Orang Batak Banyak Jadi Pengacara

Destriana Indria Pamungkas , Jurnalis-Rabu, 16 November 2022 |09:20 WIB
Ini Alasan Mengapa Orang Batak Banyak Jadi Pengacara
Ilustrasi (Foto: Instagram)
A
A
A

JAKARTA- Alasan mengapa orang Batak banyak jadi pengacara menarik untuk dibahas. Anda pasti sudah tidak asing dengan nama Hotman Paris Hutapea, Juan Felix Tampubolon, dan lain-lain.

Nama-nama tersebut merupakan pengacara top Indonesia yang berdarah Batak. Sebenarnya masih banyak lagi pengacara top yang berdarah Batak. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kenapa orang Batak banyak yang jadi pengacara.

Nah, ternyata ini alasasn mengapa orang Batak banyak jadi pengacara pernah ditulis Presiden Joko Widodo dalam unggahan Facebooknya. Jawaban tersebut rupanya didapatkan Presiden Indonesia ke-7 ini saat berkunjung ke Sumatera Utara.

"Tahukah Anda mengapa banyak orang Batak jadi pengacara?" tulis mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Dalam kunjungannya pada 2019 lalu, Presiden Jokowi menyambangi kampung tua Huta Siallagan, Sumatera Utara. Kampung tersebut rupanya berada di area Danau Toba, atau lebih tepatnya di desa Ambarita, Kabupaten Samosir.

Di kampung tersebut, presiden bertemu dengan Gading Jansen Siallagan yang merupakan keturunan ke-17 dari Raja Siallagan. Gading pun berkisah jika nama kampung tersebut diambil berdasarkan nama Raja Laga Siallagan yang merupakan keturunan asli suku Batak.

"Inilah kampung yang konon titik awal sejarah peradaban penegakan hukum di Samosir pada zaman dahulu kala," ujar Presiden Jokowi yang kala itu memakai pakaian khasnya, kemeja putih dan celana hitam panjang.

Lebih lanjut lagi, Gading menjelaskan jika di Huta Siallagan masih banyak peninggalan bersejarah yang berkaitan dengan hukum.

Salah satunya adalah batu persidangan yang berbentuk meja lengkap dengan kursi yang melingarinya. Konon, dulunya itu adalah tempat dimana raja mengadili orang-orang yang melanggar hukum adat setempat.

Dikutip Okezone dari laman Kebudayaan Kemendikbud, batu dan kursi ini kira-kira dibangun pada 500 tahun yang lalu, yakni pada generasi ke-3 dan ke-4.

Dulunya, sidang dihadiri oleh raja, adik-adik raja, penasihat terdakwa, penasihat korban, dan penasihat kerajaan. Gading mengatakan jika penasihat kerajaan di zaman itu sama dengan pengacara di zaman sekarang.

“Jadi jangan aneh, Bapak, kalau orang Batak banyak jadi pengacara. Kayaknya, mereka itu lulusan Siallagan semua,” pungkas Jokowi.

Demikian Ini Alasan Mengapa Orang Batak Banyak Jadi Pengacara.

 (RIN)

(Rani Hardjanti)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement