Share

5 Sekolah yang Dibangun oleh Pahlawan Nasional

Fatmawati, Okezone · Jum'at 11 November 2022 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 11 624 2705365 5-sekolah-yang-dibangun-oleh-pahlawan-nasional-ImWyboWuGw.jpg Ki Hadjar Dewantara/Kemendikbud

JAKARTA - Dahulu, sulit bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan pendidikan.

Terlebih adanya perbedaan kasta dan stereotip masyarakat zaman dahulu yang menganggap bahwa wanita tak perlu mendapatkan pendidikan.

Namun, berkat jasa dan semangat juang para pahlawan pendidikan saat itu, mampu mendorong anak Indonesia agar bisa mendapatkan pendidikan dan menimba ilmu setinggi mungkin.

Salah satu bentuk perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan pendidikan ini adalah dengan mendirikan sekolah.

Berikut adalah 5 sekolah yang dibangun oleh pahlawan nasional.

1. Sekolah Taman Siswa - Ki Hajar Dewantara

Sekolah Taman Siswa memiliki sekolah utama di Balai Ibu Pawiyatan, Jalan Taman Siswa, Yogyakarta, dengan 129 cabang lainnya di seluruh Indonesia.

Sekolah ini didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada tahun 1922, dengan tujuan supaya masyarakat Indonesia bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

Berkat jasanya dalam memajukan pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara kemudian diangkat menjadi Menteri Pengajaran Indonesia atau yang sekarang disebut sebagai Menteri Pendidikan setelah kemerdekaan Indonesia.

Bahkan hari kelahirannya pun saat ini diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

2. Sekolah Istri - Dewi Sartika

Sejak kecil, orangtua dari Dewi Sartika selalu menuntut dirinya untuk terus bersekolah meski hal tersebut bertentangan dengan adat yang ada saat itu.

Hal tersebut rupanya yang membentuk tekad Dewi Sartika untuk terus memajukan emansipasi wanita.

Hingga di tahun 1904, dirinya sukses mendirikan sekolah khusus perempuan pertama di Indonesia bernama Sakola Istri.

Kurikulum yang diterapkan sekolah ini mengikuti kurikulum pemerintah, tetapi ada beberapa mata pelajaran keterampilan tugas perempuan pada saat itu, seperti mencuci, dan menjahit.

Sekolah ini semakin berkembang dan tersebar di berbagai kota. Salah satu sekolah yang masih berjalan yaitu Sekolah Dewi Sartika di Jalan Keutamaan Istri No. 12 Balonggede, Bandung, Jawa Barat.

3. Pesantren Tebuireng - KH. Hasyim Asy'ari

Pesantren yang didirikan oleh KH. Hasyim Asyโ€™ari pada 1899 merupakan tempat pembelajaran yang berfokus pada pendalaman ilmu pendidikan Agama Islam.

Pesantren yang didirikan oleh pendiri organisasi massa terbesar Islam, Nahdlatul Ulama (NU) ini juga telah menjadi pesantren terbesar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

4. Ksatrian Instituut, Ernest Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi)

Ernest Douwes Dekker atau dikenal juga sebagai Danudirja Setiabudi adalah seorang tokoh pahlawan nasional berdarah campuran Belanda, Jerman, Prancis, dan Jawa.

Ia mendirikan sekolah Ksatrian Instituut pada tahun 1924 di Bandung.

Berdirinya sekolah ini bermaksud agar anak-anak Indonesia, Tionghoa, bahkan Indo-Eropa bisa mendapatkan pendidikan dasar.

Barulah di tahun 1932 kemudian, yayasan Ksatrian Instituut mendirikan Moderne Middelbare Handels School atau Sekolah Pendidikan Menengah Perdagangan.

Setelah sekolah tersebut tidak dikelola lagi oleh Ernest, di tahun 1949 Ksatrian Instituut berubah nama menjadi SMP Negeri 1 Bandung.

5. Muhammadiyah - KH. Ahmad Dahlan

Sekolah yang didirikan oleh ulama besar dan khatib terkemuka KH. Ahmad Dahlan ini menjadi bentuk berkembangnya perwujudan lembaga pendidikan Islam modern.

Sekolah dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah menjadi sangat populer dan tersebar di seluruh Indonesia.

Muhammadiyah juga melebarkan sayap pendidikannya dengan mendirikan Sekolah Tinggi, Institusi, Politeknik, hingga Akademi Muhammadiyah.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini