Share

Universitas Bakrie Gelar Pelatihan bagi Petani di Lombok untuk Sukseskan Program Matching Fund Kedaireka 2022

Natalia Bulan, Okezone · Rabu 26 Oktober 2022 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 26 65 2694820 universitas-bakrie-gelar-pelatihan-bagi-petani-di-lombok-untuk-sukseskan-program-matching-fund-kedaireka-2022-7hjiRkFH4M.jpeg Universitas Bakrie gelar pelatihan bagi petani di Lombok/Istimewa

MATARAM - Universitas Bakrie menggelar rangkaian pelatihan bagi petani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 25-26 Oktober 2022 di Hotel Lombok Raya dan Hotel Novotel.

Hal ini dilakukan sebagai dukungan keberhasilan program Matching Fund Kedaireka 2022 bertajuk 'Integrasi Zero Waste dan Argowisata dalam Pertanian Berkelanjutan Melalui Budidaya Larva Black Soldier Fly (BSF) yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi NTB pada 5 Oktober 2022 yang lalu.

Pelatihan ini juga wujud komitmen Universitas Bakrie dalam mengimplementasikan Memo of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani Pemerintah Provinsi NTB dan Universitas Bakrie.

Program ini adalah inisiasi Peneliti Universitas Bakrie yang bermitra dengan Dompet Dhuafa untuk mendukung NTB Zero Waste atau yang dikenal dengan nol dedoro sekaligus perwujudan dukungan prioritas Proyek Strategis Nasional (PSN) yang secara khusus berfokus pada solusi ramah lingkungan dan penerapan ekonomi sirkular untuk mendukung terciptanya pertanian dan pariwisata berkelanjutan.

Pembiayaan program Matching Fund Kedaireka 2022 didapat dari Kemendikbudristek RI.

Pelatihan ini merupakan kegiatan berkelanjutan dari hulu sampai hilir.

Follow Berita Okezone di Google News

Petani tidak hanya diberikan pelatihan terkait budidaya dan best practice Larva Black Soldier Fly (BSF) dari sampah organik saja tetapi juga pelatihan tentang penguatan manajemen pengelola petani melalui Kelompok Usaha Tani (KUT) dan Koperasi, pelatihan tentang peningkatan kualitas produk pertanian yang memanfaatkan produk luaran budidaya BSF, pelatihan pengemasan pakan ayam kampung, dan pelatihan cara menghitung keuntungan usaha tani.

Pemateri pelatihan diberikan oleh para pakar di bidangnya yaitu dosen Universitas Bakrie dan dosen Universitas Mataram.

“Melalui pelatihan ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak masyarakat dan kemandirian pelaku usaha di sektor pertanian di NTB untuk turut andil dalam merespons permasalahan timbulan sampah dengan memanfaatkan potensi sumberdaya lokal”, jelas ketua Matching Fund Kedaireka 2022 Universitas Bakrie Deffi Ayu Puspito Sari, S.TP., M.Agr.Sc., Ph.D., IPM.

Manfaat pelatihan dirasakan oleh para petani.

“Kita jadi tahu bagaimana mengelola, manajemen dari budidaya maggot ini sehingga bisa juga dijadikan sebagai penambah ekonomi kita di rumah tangga," tutur Herman, petani dari Perigi, Lombok.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini