JAKARTA - Negara-negara besar di dunia umumnya memiliki sektor pertanian yang sangat baik demi bisa mencukupi kebutuhan masyarakatnya.
Sektor pertanian yang baik tentunya tak lepas dari suburnya tanah pertanian di beberapa negara tersebut.
Berikut adalah 4 negara dengan tanah tersubur di dunia.
1. Amerika Serikat
Melansir data World Population Review, Amerika Serikat memiliki setidaknya 157 juta hektare tanah yang subur di tahun 2019.
Sementara itu, Food and Agriculture Organization (FAO) atau Organisasi Pangan dan Pertanian mengungkapkan bahwa ada 10 negara bagian AS yang menjadi penghasil utama pertanian, seperti California, Iowa, Nebraska, Texas, Illinois, Kansas, Minnesota, Indiana, North Carolina, dan Wisconsin.
Komoditas andalan negara ini adalah kedelai, jagung, gandum, dan jerami.
2. India
Selanjutnya, ada India yang memiliki tanah garapan seluas 156 juta hektare pada tahun 2019. FAO menyebut, India masuk dalam jajaran negara produsen produk pertanian terbesar di dunia.
Komoditas andalannya adalah beras, sayuran, gandum, tebu, kacang tanah, kapas, buah, dan produk peternakan seperti susu dan daging.
Pertanian sendiri menjadi sektor yang menjadi mata pencaharian utama sebagian besar masyarakatnya.
Maka tak heran jika tanah garapan di negara itu sangat luas dan subur. Sekitar 70% rumah tangga pedesaan di India masih menggantungkan hidup dengan bertani.
3. Rusia
Rusia juga masuk dalam daftar negara dengan tanah yang subur. Masih menurut data milik World Population Review, negara ini memiliki 121 juta hektare tanah subur di negaranya.
Jumlah tanah subur di Rusia ini menurun apabila dibandingkan dengan tahun 2001 yang jumlahnya seluas 123 juta hektare.
Komoditas andalan di Rusia adalah gandum, kentang, jagung, oat, dan rye.
Sementara itu, komoditas yang paling banyak dikirim ke luar negeri (ekspor) adalah gandum.
4. China
Di posisi ke-4, ada China dengan total lahan suburnya sebanyak 119 juta hektare pada tahun 2019. Sayangnya, angka ini menyusut hampir 6% jika dibandingkan dengan tahun 2009.
Melansir laman Reuters, pemerintah China memprediksi angkanya juga akan turun drastis pada tahun 2030 mendatang.
Lahan subur dan berpotensi di China saat ini terancam lantaran derasnya arus urbanisasi di negara tersebut.
Belum lagi meningkatnya tuntutan ekonomi industri dan pertaniannya. Negara ini memiliki komditas utama pertanian berupa gandum, beras, kentang, kedelai, dan jagung.
(Natalia Bulan)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik