Share

Cerita Mahasiswa Universitas Brawijaya Kuliah di Korea, Eksplor Ilmu, Budaya dan Museum

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 23 September 2022 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 65 2673046 cerita-mahasiswa-universitas-brawijaya-kuliah-di-korea-eksplor-ilmu-budaya-dan-museum-29OOemkrF3.jpg Ilustrasi/Unsplash

“Jurusan ini relevan dengan yang saya jalani di UB. Selain itu juga saya tertarik dengan perkembangan dunia hiburan di Indonesia, terutama perfilman Indonesia yang lebih baik.” terangnya.

Hal yang menarik selama berada di Korea adalah Komang menjadi lebih banyak berjalan kaki.

“Kalau dulu saya bisa langsung parkir motor di fakultas, tapi di sini saya harus berjalan kaki dari stasiun ke gedung kuliah, jaraknya cukup jauh. Di sini juga dosen dan staf tidak terlalu memperhatikan mahasiswa di kelas tapi sangat interaktif. Salah satu yang mirip dengan UB adalah adanya SIAM dan GAPURA versi Hanyang yaitu LMS dan Canvas Hanyang untuk jadwal kuliah, absensi dan lain sebagainya. Juga ada monumen yang seperti bundaran UB. Tugas perkuliahannya juga banyak project, diskusi, dan debat. Tapi, ada metode yang sama seperti di UB, yakni case based learning methods. Jika di jurusan saya, diterapkan di MK Kebudayaan Prancis. Lalu ada juga Group Based Project”, ujar Komang.

Hal lain, yang menarik menurut Komang adalah, adanya ruangan yang diisi dengan tempat tidur, dan kursi untuk beristirahat mahasiswa.

“Di ruang ini, mahasiswa dapat beristirahat atau mengerjakan tugas di sela-sela kuliah, karena memang ini adalah metode HU untuk meningkatkan kualitas belajar mahasiswa dan menyimpan energi mahasiswa”, jelasnya.

Kendala bahasa dan kuliner juga bukan menjadi masalah besar bagi Komang. Gadis Bali ini mengaku telah memiliki dasar bahasa Korea sejak sebelum berangkat.

“Kalau aksara Korea memang sudah fasih sejak SMP, tapi untuk tata bahasa, saya belajar dari Twitter, dan saya juga penyuka musik Korea. Di sini, kami terbantu dengan adanya aplikasi penerjemah karena warga lokal belum banyak yang fasih berbahasa Inggris. Teknologi banyak membantu saya selama di Korea. Untuk makanan, tidak ada masalah, hanya harga makanan di sini memang cukup mahal. Jadinya harus pintar berhemat. Makanan rajin anak IISMA di Hanyang adalah ayam goreng. Karena kangen Indonesia, malah bikin ayam geprek. Selain itu, yang mengejutkan adalah banyak barang yang dijual adalah buatan Indonesia”, imbuhnya.

Selain kuliah, Komang juga mengeksplorasi Seoul. Di sela-sela kesibukan kuliah, ia juga menyempatkan berkunjung ke museum atau tempat bersejarah.

“Saya sempat menikmati Chuseok, semacam perayaan Thanksgiving ala Korea dan libur tiga hari. Saya mengunjungi Gyeongbokgung Palace dan mencoba hanbok. Saya juga mengunjungi museum karena saya menyukai seni dan museum di sini tidak berbayar atau hanya membayar beberapa won saja. Saya juga sempat ke Gangnam, juga ke Itaewon untuk menikmati kuliner Indonesia yang sangat banyak di sana” ujarnya penuh semangat.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini