Share

Contoh Kalimat Konjungsi, Jenis-Jenis dan Pengertiannya

Rifqa Nisyardhana, Okezone · Selasa 20 September 2022 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 624 2671156 contoh-kalimat-konjungsi-jenis-jenis-dan-pengertiannya-3ppvuwKJFt.jpg Ilustrasi/Freepik

JAKARTA - Konjungsi merupakan kata hubung yang menghubungkan antar kalimat atau paragraf.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konjungsi adalah kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat

Konjungsi terbagi menjadi tiga, yaitu konjungsi intrakalimat, antarkalimat, dan antarparagraf.

Konjungsi Intrakalimat

Dalam konjungsi intrakalimat, dipecah kembali menjadi tiga. Di antaranya sebagai berikut ini.

1. Konjungsi koordinatif

Konjungsi ini tidak dapat digunakan di awal kalimat dan terdapat pada kalimat majemuk setara.

Konjungsi penambahan: dan, serta, lalu

Contohnya:

- Dino dan Ria sedang bermain pasir di pantai.

- Ayah, Ibu, serta Adik akan pergi menjemputku di sekolah.

- Yuli, Miya, lalu Sarah merupakan teman terbaikku.

Konjungsi pemilihan: atau, ataupun

Contoh:

- Aku bingung memilih kemeja berwarna putih atau hitam.

- Beni, Julian, ataupun Rafi akan memperebutkan kursi ketua OSIS di SMA.

Konjungsi perlawanan/pertentangan: tetapi, melainkan, sedangkan

Contoh:

- Sinta akan membeli sayur, tetapi dia lupa membawa uangnya.

- Itu bukan bonekaku, melainkan boneka milik Zahra.

- Aku mendapat peringkat tiga, sedangkan temanku peringkat empat.

 

2. Konjungsi korelatif

Konjungsi ini berpasangan yang terletak di awal kalimat dan kemudian hubungkan oleh konjungsi pasangannya.

Konjungsinya adalah baik … maupun …; demikian … sehingga …; entah … entah …; tidak hanya … tetapi …; bukan hanya … melainkan …; jangankan …, … pun …

Contoh:

- Baik Naura maupun Cika, mereka sama-sama pintar.

- Demikian gaun yang Ibu berikan kepadaku sehingga aku tampak lebih cantik.

- Entah karena tidak punya uang, entah karena alasan lain, Siti tidak mau membayar utangnya.

- Tidak hanya kopi yang aku suka, tetapi teh pun selalu aku minum setiap pagi.

- Bukan hanya dia yang bisa mencapai impiannya, melainkan aku juga bisa.

- Jangankan roti bolu, kue kering pun Ani bisa membuatnya.

3. Konjungsi subordinatif

Konjungsi ini kedudukannya tidak sama dan bertingkat, boleh ditulis di depan kalimat ataupun di tengah kalimat.

Konjungsi waktu: sejak, setelah, sebelum, ketika, sambil

Contoh

- Sejak saat itu, Hani terus murung di dalam kamarnya.

- Setelah kami pindah rumah, tidak ada yang bisa mengusik lagi.

- Dia pergi sebelum aku sempat menyatakan perasaanku.

- Pencuri menyelinap ke dalam rumahku ketika semuanya terlelap.

- Aku membaca buku sambil memakan camilan.

Konjungsi syarat: bila, jika, asalkan, kalau.

Contoh:

- Bangunkan aku bila Putri datang.

- Jika bisa mendapatkan harta karun itu, maka segalanya akan jadi milik kita.

- Asalkan kamu mau berusaha, semuanya tidak akan menjadi runyam.

- Toko Nina akan ramai kalau dia memasang spanduk dagangannya di depan.

Konjungsi pengandaian: seandainya, andaikan, sekiranya.

Contoh:

- Seandainya aku kaya, maka aku mungkin bisa melewati masalah ini.

- Andaikan aku tidak memilih kampus ini, mungkin masa depanku akan lebih baik.

- Sekiranya kakakku menikah, aku akan menempati kamarnya.

Konjungsi tujuan: supaya, agar.

Contoh:

- Ayah terus bekerja setiap hari agar seluruh kebutuhan anggota keluarga bisa terpenuhi.

- Dia terus belajar agar menjadi rangking satu.

Konjungsi cara: dengan.  

Contoh:

- Dengan dia berbicara seperti itu, tidak akan menyelesaikan masalah yang ada.

- Aku berangkat ke Bali dengan mengendarai pesawat.

Konjungsi penjelasan: bahwa.

Contoh:

- Bahwa keputusan hakim tidak bisa diganggu gugat.

- Aku baru sadar bahwa temanku ternyata seorang pengkhianat.

Konjungsi pemiripan: seperti, seakan-akan, seolah-olah.

Contoh:

- Kue ini rasanya mirip seperti buatan ibuku.

- Dia berteriak keras seakan-akan sedang berdemo.

- Luna bernyanyi seolah-olah dia menjadi Celine Dion.

Konjungsi sebab: karena, sebab.

Contoh:

- Ciko marah karena barang miliknya dihilangkan oleh Adi.

- Bayi itu terus menangis sebab cuacanya sangat panas.

Konjungsi konsesif: sekalipun, meskipun, walaupun.

Contoh:

- Sekalipun dia menyesali perbuatannya, dia tidak bisa kembali ke masa lalu.

- Meskipun aku tidak menyukai Fiona, aku tetap berusaha baik kepadanya.

- Walaupun Kiki tahu Reno salah, dia tetap membelanya.

Konjungsi Antarkalimat

Konjungsi ini bertugas untuk menghubungkan antara kalimat satu dengan kalimat lainnya dan ditulis di awal kalimat.

Konjungsi konsenkuensi/akibat: dengan demikian, …; akibatnya …

Contoh:

- Pelaku pembunuhan itu telah ditemukan. Dengan demikian, kasus itu akan segera selesai.

- Dewi telat masuk sekolah. Akibatnya, dia dihukum mengelilingi lapangan tiga putaran.

Konjungsi kebalikan: sebaliknya, …; berbeda dengan ….

Contoh:

- Anggi sangat ramah. Sebaliknya, Angga terkesan cuek.

- Soto ayam ini rasanya tidak enak. Berbeda dengan buatan nenekku.

Konjungsi keadaan setelahnya: kemudian …; selanjutnya …; setelah itu, …

Contoh:

- Wulan masuk ke sebuah restoran. Kemudian dia memesan makanan favoritnya.

- Ibu menyuruhku untuk menanak nasi. Selanjutnya, dia juga memberitahuku untuk tidak lupa mengangkat jemuran.

- Panaskan minyak terlebih dahulu. Setelah itu, masukkan bumbu-bumbu yang telah disiapkan.

Konjungsi keadaan sebelumnya: malahan, …; bahkan, …; tak hanya itu …

Contoh:

- Dani diam seolah tidak ada yang terjadi di antara kita. Malahan dia terlihat bersenang-senang saja.

- Vania mengaku telah menghilangkan bukuku. Bahkan, aku sudah lupa soal itu.

- Satria memiliki paras yang tampan. Tak hanya itu, dia juga sangat pintar.

Konjungsi keadaan sebenarnya: sebenarnya, …; sesungguhnya, … ; bahwasanya, …

Contoh:

- Dia tidak bodoh. Sebenarnya, dia hanya malas saja.

- Aku terus berdoa agar masalahku bisa selesai. Sesungguhnya, Tuhan Maha Mendengar.

- Ibu menuduhku telah mengambil uang di meja makan. Bahwasanya, aku baru saja pulang dari sekolah.

Konjungsi kesediaan: biarpun begitu, …; meskipun demikian, …; walaupun demikian, …

Contoh:

- Dia sering difitnah sebagai tukang tipu. Biarpun begitu, aku tetap temannya.

- Aku menyuruh Angel untuk datang bersamaku. Meskipun demikian, Angel tetap tidak mau beranjak pergi dari rumahnya.

- Aku merasa bahwa Kinan masih ada di dunia ini. Walaupun demikian, dia tidak bersamaku lagi.

Konjungsi mempertentangkan keadaan sebelumnya: akan tetapi, …; namun, …; sayangnya, …

Contoh:

-Dio terlihat sangat cuek. Akan tetapi, dia ternyata peduli terhadap kami.

- Kami akan menyelinap ke sekolah besok malam. Namun, Diona menghalangi rencana kami.

- Aku ingin menelepon Yunita kembali. Sayangnya, semua yang terjadi di antara kami telah usai.

Konjungsi Antarparagraf

Konjungsi ini menghubungkan paragraf satu dengan paragraf sebelumnya agar terjadi kesinambungan dan ditulis di awal kalimat pertama.

Konjungsinya adalah terlebih lagi, …; di samping itu, …; oleh karena itu …; berdasarkan …; jadi …

Contoh:

- Terlebih lagi, dia keliru soal menanggulangi bencana banjir di Jakarta.

- Di samping itu, aku tidak bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada malam kemarin.

- Oleh karena itu, Laila menolak untuk makan siang dengan kami lagi.

- Berdasarkan bukti yang telah kami terima, Galih dinyatakan bersalah.

- Jadi semua yang telah terjadi hanyalah salah paham.

Demikian, tiga jenis kalimat konjungsi yang ada beserta contohnya. Perhatikan penempatan penulisannya karena setiap konjungsi memiliki aturan yang berbeda-beda.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini