Share

Produksi Tiga Jenis Motor Listrik, SMK di Malang Diganjar Penghargaan dari Kemendikbud

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 12 Agustus 2022 17:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 12 624 2646842 produksi-tiga-jenis-motor-listrik-smk-di-malang-diganjar-penghargaan-dari-kemendikbud-5O9Uk5LJCP.jpeg Siswa SMK di Malang produksi dan merakit sendiri motor trail listrik/Avirista Midaada

MALANG - Sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Malang membuat prototipe sepeda motor listrik berbagai jenis.

Total ada tiga jenis sepeda motor listrik yang dibuat oleh SMK Nasional Malang.

Pembuatan sepeda listrik dimulai di tahun 2019 dengan membuat sepeda gunung listrik yang dimulai oleh siswa SMK Nasional Malang, atas dorongan dari kepala SMK Nasional Malang.

"Tahun 2021 dapat apresiasi dari Jakarta dan dapat Rp 450 juta, di 2021 buat scuter, 2019 masih membuat satu dua sepeda gunung, dari situ diapresiasi. Tahun 2022 kita membuat trail, sudah dicoba untuk scuter ke pak Direktorat," ujar Kepala SMK Nasional Malang Rusdi, ditemui MNC Portal di SMK Nasional Malang, pada Jumat (12/8/2022).

Dari sepeda motor trail listrik yang dibuat oleh siswa-siswanya dikatakan Rusdi, bahkan pernah dicoba oleh Kepala Star Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Hasilnya disebutnya, memang Moeldoko merasa puas dan nyaman menaiki sepeda motor trail listrik tersebut.

"Yang trail sudah dicoba pak Moeldoko, sewaktu beliau berkunjung ke Malang. Sudah nyobain naik," ungkap dia.

Berkat kreasi sepeda motor trail listrik itu pula, pihak SMK Nasional Malang diundang ke Jakarta untuk menerima penghargaan 20 mahakarya di seluruh Indonesia.

Karya sepeda motor trail listrik ini menjadi satu-satunya karya dari SMK di Malang raya yang bakal diberikan penghargaan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).

"Dapat undangan dari Jakarta bahwa karya siswa masuk 20 mahakarya di Indonesia. Kemudian di antara 20 itu sebagian dari universitas, dari malang SMK Nasional dan Universitas Brawijaya, yang Surabaya ITS, yang di Jogja ada UGM. Kemarin tanggal 6 kami sudah diundang ke Jakarta untuk pelatihan untuk mempersiapkan mahakarya itu dan persiapan di Surabaya tiga hari," paparnya.

Ia bertekad mengembangkan kendaraan terbarukan dengan listrik. Rencananya di tahun 2023 mendatang, pihaknya bakal mencoba membuat prototipe mobil listrik yang memiliki ciri khas tertentu dan unik dari SMK Nasional Malang.

"Tahun depan rencana buat mobil listrik, kami mau beli batangan besi dirakit, jangan sampai membuat bodi yang sulit. Saya tidak ingin membuat mindset mencontoh, konsepnya kontruksi viser membuat baru, kita merakit, bertransaksi sendiri sehingga ada jiwa enterpreneur," bebernya.

Ke depan bila memang ada investor yang berminat mengembangkan sepeda gunung listrik dan sepeda motor listrik buatan siswanya, pihak sekolah pun siap memfasilitasi dan memproduksi lebih dari satu unit.

Pasalnya saat ini biaya produksinya dirasa cukup mahal mencapai Rp8-9 juta untuk sepeda gunung listrik, tergantung dengan jenis sepeda gunungnya.

"Yang sepeda gunungnya ada lipat juga, tapi prototipenya tetap sama, sepeda trail Rp 25 - 27 juta untuk prototipe, kalau untuk sepeda motor scuter Rp 20 - 25 juta," katanya.

Dari biaya produksi tersebut, mayoritas dihabiskan untuk biaya pembelian bahan baku dan kebutuhan logistik siswa dalam merakit sepeda motor listrik, baik tipe sepeda gunung, tipe scuter, dan tipe trail.

"Ke depan masih terus disempurnakan. Karena ini tidak ada polusi udara, tidak ada polusi suara, dengan kecepatan satu jam 100 kilometer tentu ini kelemahannya, pasti membutuhkan bunyi, kalau tidak ini berbahaya, ini yang lagi kita sempurnakan, entah itu dikasih musik, atau apa, pokoknya sebagai penanda saja," jelasnya.

Pihaknya juga tengah konsentrasi mematenkan nama Cassa sebagai merek sepeda motor listrik produksi dari SMK Nasional. Nama Cassa sendiri diambil dari bahasa Ibrani, bahasa Maroko yang berarti unggul.

"Kita konsentrasi hak paten Insya Allah hak paten kita temukan Cassa bahasa Ibrani bahasa Maroko artinya unggul. Pematenan dulu, minimal nama dulu, investor tidak datang kalau tidak ada nama. Rencana 17 Agustus hak paten bisa keluar," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini